Cari Kerja Bukan Asal Lamar Banyak-Banyak, Tapi Soal Merancang Pencarian

Soal cari kerja, kita sering dengar saran seperti ini: "Lamar saja sebanyak-banyaknya, nanti juga ada yang nyangkut."

Cara memakai fitur membaca

Dengarkan membacakan artikel. Baca cepat menampilkan frasa berurutan dengan kecepatan pilihan Anda. Latihan bahasa membandingkan terjemahan yang tersedia. Simpan menambahkan penanda di browser ini; buka kembali dari daftar tersimpan di pemutar.

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Iklan
Iklan

Pendahuluan

Soal cari kerja, kita sering dengar saran seperti ini: "Lamar saja sebanyak-banyaknya, nanti juga ada yang nyangkut."

Tapi sebenarnya, melamar asal-asalan ke mana saja itu berbeda jauh dari sengaja menjaga jumlah lamaran dengan strategi.

Di artikel ini, kita lihat pencarian kerja sebagai masalah eksplorasi, lalu bahas kenapa cara "jangan terlalu terikat, lamar saja dengan tenang" bisa berguna di situasi tertentu.

1. Melamar Itu Seperti Melempar Kail

Saat melamar, informasi yang kamu punya soal perusahaan masih sangat terbatas.

Karena itu, ada cara berpikir dengan anggapan dasar seperti ini:

  • kalau cocok, lanjut
  • kalau tidak cocok, berhenti

lalu melamar ke beberapa perusahaan yang memenuhi syarat minimummu.

Ini bukan "mempertaruhkan hidup pada 15 perusahaan", tapi lebih seperti "melempar 15 kail dan melihat mana yang disambar".

2. Kenapa Jumlah Itu Penting

Menambah jumlah lamaran atau aktivitas mencari kerja tidak otomatis membuatmu dapat pekerjaan yang bagus.

Meski begitu, sebuah meta-analisis (penelitian yang menggabungkan banyak penelitian lain) terhadap 165.933 orang dan 378 sampel menemukan bahwa intensitas mencari kerja berhubungan positif dengan jumlah wawancara (korelasi terkoreksi r=.23), jumlah tawaran kerja (r=.14), dan status sudah bekerja (r=.19). Namun, intensitas itu tidak berkaitan dengan kualitas pekerjaan setelah diterima. [1]

Artinya, memperbanyak usaha memang memberi lebih banyak kesempatan untuk mendapat wawancara dan tawaran yang bisa dibandingkan, tetapi jumlah saja tidak menjamin perusahaan yang cocok atau syarat yang bagus.

Yang penting bukan

melamar ke mana saja

melainkan

memastikan jumlah lamaran yang cukup ke perusahaan yang memenuhi syarat minimum, lalu menyaringnya sambil melihat respons.

3. Buat Investasi Awal Tetap Kecil

Kalau di tahap melamar kamu sudah meneliti perusahaan terlalu dalam atau terlalu terbawa perasaan, pikiran seperti ini gampang muncul:

  • biaya yang sudah telanjur keluar (sunk cost)
  • "sudah capek riset sampai sejauh ini"
  • "pokoknya cuma di sini"

Sebaliknya, kalau urutannya begini:

melamar → lihat respons → nilai setelah informasi bertambah

biaya untuk mundur di tahap awal jadi lebih mudah ditekan.

Namun, dokumen lamaran yang dibutuhkan dan seberapa dalam riset perusahaan itu berbeda-beda tergantung jenis pekerjaan. Ini bukan berarti kamu boleh melewatkan pengecekan kecocokan yang paling dasar.

4. Kenapa Tidak Gampang Terkuras

Kalau semua harapan ditumpuk pada satu perusahaan, setiap penolakan bisa terasa sangat menyakitkan.

Tapi kalau kamu memandangnya begini:

  • melamar = bertanya ke pasar
  • wawancara = mengumpulkan informasi
  • tawaran kerja = bahan perbandingan

ketergantunganmu pada hasil satu perusahaan jadi lebih mudah dikurangi.

Bukan berarti harapannya dinolkan, tetapi

harapan digeser ke tahap setelah informasi terkumpul.

5. Perbarui Penilaian Setiap Ada Informasi Baru

Saat melamar, informasinya masih sedikit. Karena itu, jangan menaruh keyakinan tinggi pada satu perusahaan sejak awal. Perbarui penilaianmu sesuai informasi baru yang muncul selama proses seleksi.

Misalnya, setiap kali ada hal seperti:

  • lolos seleksi berkas
  • isi pekerjaan yang kamu dengar saat wawancara
  • syarat dan kondisi kerja yang ditawarkan
  • obrolan dengan pewawancara atau calon rekan satu tim

kamu memperbarui penilaianmu tentang "apakah ini perusahaan yang cocok untukku".

Ini mirip dengan cara berpikir Bayesian, dalam arti kamu memperbarui penilaian setiap kali mendapat informasi baru dari keadaan yang belum pasti. "Bayesian" di sini bukan berarti menghitung probabilitas secara ketat.

Dengan urutan ini, kamu bisa menambah waktu dan perasaan nanti ke perusahaan yang ternyata menjanjikan setelah informasinya bertambah.

6. Arti Sebenarnya dari "Lamar Banyak, Pasti Ada yang Kena"

Cara berpikir ini bukan sekadar memaksimalkan jumlah lamaran.

Melamar ke sejumlah perusahaan yang memenuhi syarat, menambah kandidat yang bisa dibandingkan serta informasi baru, dan makin selektif di tahap akhir

Itulah strategi eksplorasinya.

Dengan kata lain, ini menggabungkan:

  • menyebar pilihan ke beberapa kandidat
  • menekan biaya awal
  • memperbarui informasi secara bertahap
  • waspada terhadap sunk cost
  • membagi tenaga mental dengan bijak

Penelitian terbaru tentang pencari kerja juga mengamati adanya hubungan bertahap antara jumlah lamaran dan undangan wawancara, tetapi hasilnya tidak sama untuk semua orang, tergantung seberapa luas pencarian dan strategi yang dipakai. [2]

Penutup

Dalam mencari kerja, kamu tidak perlu terikat kuat pada tiap perusahaan sejak awal.

Melamar hanyalah titik awal, dan perusahaan maupun pelamar sama-sama sedang saling menilai.

Karena itu, sikap seperti

"Kalau bagus, aku berangkat. Kalau tidak cocok, lanjut ke yang berikutnya."

adalah salah satu rancangan yang berguna, selama kamu tetap memegang syarat minimum dan terus menambah bahan perbandingan, sebab pencarian kerja sering berubah jadi perjalanan panjang.

Jumlah saja tidak bisa menciptakan kualitas. Pakai jumlah sebagai cara untuk menambah titik pengamatan agar kamu bisa membandingkan dan belajar.

Daftar Pustaka

  1. van Hooft EAJ, et al. Job Search and Employment Success: A Quantitative Review and Future Research Agenda. Journal of Applied Psychology. 2021. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32658493/
  2. Buchmann M, et al. Jobseekers' skills and job search behaviour. Swiss Journal of Economics and Statistics. 2025. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12537773/

Bagikan artikel ini

Iklan

Baca ini hari ini

Masing-masing menjawab pertanyaan yang biasanya muncul setelah membaca artikel ini.

Lihat semua artikelLebih banyak tentang Memutuskan & membandingkan

Cari artikel lain

Semua artikel

Mendoi-chan

Pengelola situs

Mendoi-chan

Mengubah kerepotan di tempat kerja dan kehidupan sehari-hari menjadi struktur yang jelas dan langkah berikutnya.