Peringatan: artikel ini mengandung spoiler episode 1-5 VIVANT.
Awal VIVANT, terutama momen pengungkapan identitas di episode 1-4, bagus banget.
Biasanya, momen ketika identitas asli tokoh utama terbongkar berubah jadi "kebangkitan sang pahlawan".
Ternyata dia kuat.
Ternyata dia anggota pasukan khusus.
Ternyata dia sudah membaca semuanya.
Dari sini, serangan balik dimulai.
Kalau alurnya begitu, penonton tinggal bilang, "Keren!"
Tapi pengungkapan identitas Nogi Yusuke di VIVANT agak beda.
Keren.
Tapi lebih serem daripada kerennya.
Nogi berubah sekaligus dari pegawai perusahaan dagang yang kelihatan nggak bisa diandalkan menjadi "orang yang menyingkirkan manusia di sisi gelap negara".
Ini bukan kedatangan pahlawan, melainkan lebih mirip kemunculan petinggi di kubu gelap.
Dan orang yang dipakai untuk memperlihatkan identitas itu adalah Yamamoto Takumi.
Yamamoto bukan teroris dari luar.
Dia orang dalam Marubishi Shoji (perusahaan tempat Nogi bekerja), dengan kedekatan yang hampir seperti teman seangkatan dan rekan sekantor bagi Nogi.
Dan Yamamoto itu "disingkirkan" oleh Bekkan (unit rahasia milik negara).
Di sinilah letak kejamnya.
Di artikel ini, aku merangkum pengungkapan identitas di episode 1-4: penyingkiran Yamamoto, Nogi dan F di mata Kurosu, sampai kenapa Ota Ripo sebenarnya korban.
1. Di episode 1-3, Nogi terlihat seperti "pegawai yang terseret masalah"
Di awal, Nogi tampak seperti tokoh utama tipe yang terseret masalah tanpa sengaja.
Dia terseret kasus salah transfer uang.
Dikejar-kejar di Barka.
Ditarik-tarik oleh Nozaki.
Ditolong oleh Drum.
Berurusan dengan Kaoru dan Jamiin.
Dia punya suara di dalam dirinya bernama F, tapi Nogi yang terlihat dari luar agak tidak bisa diandalkan.
Dari sudut pandang penonton, Nogi itu "kayaknya punya rahasia, tapi pada dasarnya orang baik yang terseret masalah".
Namun, sesekali muncul firasat dan keputusan yang nggak biasa.
Untuk pegawai biasa, daya tahan hidupnya terlalu tinggi.
Bacaannya saat krisis aneh banget tajamnya.
Kelihatannya penakut, tapi tiba-tiba mengambil keputusan dingin.
Begitu F muncul, dia seperti orang lain.
Rasa janggal ini nyambung ke pengungkapan identitas di episode 4.
Episode 1-3 adalah pancingan supaya Nogi terlihat lemah.
Lalu di episode 4, persepsi penonton terbalik: kelemahan itu akting, atau sifat aslinya memang lain?
2. Adegan Yamamoto lebih mirip "kemunculan dalang" daripada "kebangkitan tokoh utama"
Adegan Yamamoto di episode 4 kuat banget sebagai pengungkapan identitas.
Kurosu tampak seperti orang di pihak Yamamoto.
Yamamoto mengira dia bisa kabur.
Tapi ternyata Kurosu orang Bekkan.
Lalu Nogi muncul.
Yang terungkap di sini bukan sekadar "Nogi itu kuat".
Nogi adalah anggota Bekkan, pasukan khusus yang melakukan kegiatan intelijen di dalam dan luar negeri dengan menyamar di antara warga sipil.
Kurosu juga Bekkan.
Yamamoto adalah Monitor (orang yang bertugas mengawasi) dari Tent, organisasi musuh.
Dan Yamamoto "disingkirkan" oleh Nogi dan Kurosu.
Kata ini terasa berat.
Bukan penangkapan.
Bukan penahanan.
Bukan bujukan.
Bukan perlindungan.
Tapi penyingkiran.
Sinopsis resmi episode 5 juga menyebut Nogi sebagai orang yang bersama Kurosu menyingkirkan Yamamoto, lalu Nozaki merasa janggal dengan kematian Yamamoto.
Artinya, dalam penulisan ceritanya pun, Yamamoto diperlakukan sebagai "pembereskan yang disertai kematian".
Di sini Nogi bangkit bukan sebagai pahlawan, tapi sebagai sisi gelap negara.
Bukan kebaikan yang mengalahkan kejahatan.
Tapi kekerasan yang lebih besar dan lebih dingin, yang membereskan kejahatan.
3. Kenapa tersingkirnya Yamamoto terasa kejam
Yamamoto itu jahat.
Dia Monitor Tent, memanfaatkan Ota Ripo, dan terlibat kasus salah transfer.
Dia jelas bukan orang yang pantas dimaafkan begitu saja.
Tapi kekejaman adegan tersingkirnya Yamamoto bukan karena dia penjahat.
Yang kejam adalah Yamamoto punya wajah dari kehidupan sehari-hari.
Yamamoto pegawai Marubishi Shoji.
Kepala seksi di divisi energi.
Satu perusahaan dengan Nogi.
Ngobrol dengan kedekatan seperti teman seangkatan dan rekan kerja.
Dan ceritanya sempat menempatkannya sehingga penonton berpikir, "Mungkin dia di pihak kita."
Orang seperti itu dibereskan oleh sisi gelap negara.
Kalau drama polisi biasa, Yamamoto akan terpojok oleh polisi keamanan (Koan) lalu ditangkap.
Bukti disita dan dia diserahkan ke pengadilan.
Akan ada adegan Nozaki bilang, "Sudah berakhir, Yamamoto."
Tapi VIVANT tidak begitu.
Bekkan datang lebih dulu daripada Koan.
Mengorek informasi.
Menilai dia berbahaya.
Menyingkirkan.
Struktur ini menyeramkan.
Yamamoto bukan dikalahkan karena dia musuh, melainkan seperti dihapus sebagai risiko.
Bukan manusia, melainkan ancaman bagi sistem.
Bukan teman, melainkan benda asing yang merugikan negara.
Bukan untuk diajak bicara, melainkan untuk dibereskan.
Kedinginan ini langsung memperlihatkan wujud asli Bekkan.
4. Apakah Yamamoto itu teman?
Kita nggak tahu apakah Yamamoto benar-benar sahabat Nogi.
Tapi setidaknya, dia bukan "musuh yang sama sekali asing".
Dia ada di dalam perusahaan.
Ada kedekatan seperti teman seangkatan dan rekan kerja.
Mereka ngobrol biasa.
Berbagi wajah kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penyingkiran Yamamoto meninggalkan rasa tidak enak yang khas.
Ini beda dengan menjatuhkan tentara musuh di medan perang.
Beda juga dengan menjatuhkan teroris di tempat jauh.
Ini membereskan orang yang biasa ditemui di kantor dengan wajah di balik layar.
Itulah yang menyeramkan.
Dari sisi Nogi, Yamamoto adalah ancaman bagi Jepang dan Monitor Tent.
Bagi Bekkan, dia target penyingkiran.
Tapi bagi Nogi yang tampil di depan umum, Yamamoto juga rekan di Marubishi Shoji.
Di sinilah dua wajah Nogi muncul.
Nogi di permukaan adalah pegawai perusahaan.
Nogi di balik layar adalah Bekkan.
Di dunia permukaan, kenalan.
Di dunia balik layar, target yang dibereskan.
Dualitas inilah yang membuat pengungkapan identitas di awal VIVANT terasa seperti penjahat.
"Bahkan orang yang mungkin bisa jadi teman pun bisa dihapus kalau merugikan negara."
Di situlah seramnya Nogi.
5. Serum kebenaran memang berlebihan, tapi sebagai penyajian adegan sangat kuat
Yang membuat adegan Yamamoto makin kuat adalah serum kebenaran.
Sebagai fiksi, ini gampang dipahami.
Bekkan bukan lembaga penyelidik biasa.
Bukan organisasi yang mengumpulkan bukti lewat prosedur hukum.
Di sisi gelap negara, kalau perlu mereka memakai cara yang nyaris ilegal.
Alat yang memperlihatkan hal itu dalam sekali tampil adalah serum kebenaran.
Hanya saja, "serum kebenaran" di dunia nyata bukan alat penentu kebenaran seperti di film.
Yang selama ini disebut serum kebenaran terutama obat golongan barbiturat seperti tiopental dan amobarbital.
Itu obat penenang dan tidur yang menekan sistem saraf pusat. Orang mungkin jadi lebih mudah bicara, tapi itu bukan obat yang membuat orang hanya mengatakan yang benar.
Malah banyak masalahnya.
Daya nalar menurun.
Jadi mudah disugesti.
Ingatan bercampur.
Orang bicara menyesuaikan si penanya.
Kebohongan dan karangan juga keluar.
Kredibilitas keterangannya rusak.
Jadi, di dunia nyata, ini bukan "obat pemaksa kebenaran", melainkan "obat yang mungkin membuat orang lebih mudah bicara, tapi sekaligus merusak kepercayaan pada isinya".
Karena itu, sebagai cara penyelidikan nyata, ini sangat berbahaya.
Tapi sebagai penyajian drama, kuat.
Dengan memakai serum pada Yamamoto, Bekkan terlihat bukan sebagai "tim penyelidik yang adil", melainkan "organisasi pembereskan di balik layar".
Langsung jelas bahwa Nogi bukan tokoh utama biasa.
Yang penting bukan realisme serumnya, melainkan fakta bahwa mereka organisasi yang berani memakainya.
6. Dari sudut pandang Kurosu, Nogi dan F itu serem banget
Kurosu anggota Bekkan dan tampak berada di posisi junior sekaligus rekan Nogi.
Karena itu Kurosu tahu wajah belakang Nogi.
Dia tahu Nogi bukan sekadar pegawai perusahaan.
Dia paham Nogi mengambil keputusan dingin saat bertugas.
Meski begitu, keberadaan F pasti tetap menakutkan.
Nogi di mata Kurosu mungkin seperti ini:
Biasanya tenang.
Berfungsi sebagai pegawai perusahaan.
Tapi saat bertugas, tatapannya tiba-tiba berubah.
Keputusannya jadi dingin.
Sesekali ada jeda seperti sedang bicara dengan seseorang.
Kelihatannya seperti rapat dengan kepribadian lain di dalam kepala.
Tapi kemampuan menuntaskan tugasnya tinggi banget.
Ini serem banget.
Mungkin Kurosu menerima F sebagai semacam "sistem operasi tempur milik Nogi".
Tapi di dalam hati dia pasti berpikir:
"Serem... ini jelas kepribadian lain, kan..."
Tapi dia nggak bisa nanya.
Kalau nanya, bisa-bisa F menekannya dengan "hah?".
Ditekan dengan aura Hanzawa Naoki (tokoh utama drama bank terkenal di Jepang yang terkenal dengan konfrontasi garang).
Kurosu: "Nogi-san, itu... F, benar-benar kepribadian lain, ya?"
Nogi: "..."
F: "Ada masalah?"
Kurosu: "Ah, nggak, nggak apa-apa. Asal nggak mengganggu tugas, aman."
Kira-kira begitu.
Strategi bertahan hidup Kurosu mungkin seperti ini:
- Kalau Nogi bicara sendiri, pura-pura nggak dengar
- Kalau tatapannya tiba-tiba berubah, tunggu perintah
- Kalau kelihatan seperti F, jangan banyak tanya
- Kalau tidak mengganggu tugas, anggap tidak melihat
- Mau nanya setelah Nogi kembali normal, tapi akhirnya tetap nggak berani
Sistem kepegawaian Bekkan sepertinya nggak normal.
Di perusahaan biasa, ini jelas kasus yang harus dicek kesehatan mentalnya.
Tapi di Bekkan, selama tugas bisa dituntaskan, orangnya dipakai.
Bukan "kepribadiannya bermasalah",
tapi lebih ke "punya sistem bantu khusus bawaan",
kira-kira begitu perlakuannya.
7. Kenapa Ota Ripo terlihat berhubungan dengan banyak pria
Perlakuan terhadap Ota Ripo juga cukup rumit.
Kalau hanya melihat awalnya, Ota tampak seperti "perempuan mencurigakan".
Dia terlibat kasus salah transfer.
Dia Blue Walker, hacker kelas atas.
Tampaknya berhubungan dengan beberapa pria di perusahaan.
Tidak jelas dia terhubung dengan siapa.
Karena itu penonton sempat mencurigai Ota.
Tapi kalau dilihat belakangan, Ota jauh lebih dekat ke posisi korban.
Di perkenalan tokoh resmi, Ota adalah "Blue Walker" dan ditempatkan di departemen keuangan Marubishi Shoji.
Yamamoto adalah "Monitor Tent" dan kepala seksi 1 divisi energi Marubishi Shoji.
Artinya, Ota punya kemampuan hacker, dan Yamamoto berada di posisi yang bisa memanfaatkan kemampuan itu.
Dilihat dari alur cerita, Ota dipegang identitas dan kelemahannya oleh Yamamoto, dimasukkan ke Marubishi, dipaksa terlibat salah transfer, lalu dikurung seperti untuk membungkam.
Dalam kondisi ini, hubungan Ota dengan pria lebih wajar dilihat sebagai bertahan hidup daripada sekadar bebas.
8. Hubungan Ota dengan pria terlihat sebagai "menjaga diri, mencari pelindung, dan mencari jalan keluar", bukan "bebas"
Ada beberapa alasan yang bertumpuk kenapa Ota terlihat berhubungan dengan banyak pria.
Pertama, ada pengecohan untuk penonton.
"Ota terhubung dengan siapa?"
"Siapa dalangnya?"
"Direktur Nagano?"
"Yamamoto?"
"Pegawai lain?"
Untuk menciptakan kecurigaan ini, beberapa pria ditempatkan di sekitar Ota.
Kedua, ada upaya Ota menjaga dirinya sendiri.
Dia dipegang kelemahannya oleh Yamamoto.
Terseret kejahatan.
Tidak punya jalan keluar.
Terisolasi di perusahaan.
Dia ingin ada pelindung yang menjaganya.
Dalam situasi ini, berhubungan dengan orang berkuasa di perusahaan atau orang yang punya informasi bukan sekadar urusan asmara, melainkan strategi bertahan hidup.
Terutama hubungan dengan Direktur Nagano bukan hubungan yang bersih.
Tapi dari sisi Ota, itu mungkin "asuransi supaya dilindungi saat terdesak".
Artinya, Ota
lebih daripada "perempuan yang bermain-main dengan banyak pria",
akan masuk akal kalau dilihat sebagai
"perempuan yang diancam dan dipakai Yamamoto, dan sedang mencari jalan keluar".
Tentu bukan berarti Ota sepenuhnya polos dan tak punya tanggung jawab.
Tapi setidaknya, mengabaikan dominasi dan eksploitasi Yamamoto lalu hanya melihatnya sebagai "perempuan dengan banyak hubungan pria" itu dangkal banget.
Di awal, Ota ditempatkan sebagai perempuan mencurigakan.
Tapi kalau dilihat belakangan, dia pihak yang nyaris dihancurkan.
9. Kenapa Yamamoto terlihat paling bejat
Kejamnya Yamamoto bukan hanya karena dia Monitor organisasi musuh.
Yamamoto menyusup ke kehidupan sehari-hari sebagai karyawan biasa.
Berada di dekat Nogi dengan wajah rekan kerja.
Memegang kelemahan Ota dan memanfaatkan kemampuannya.
Setelah selesai dipakai, dia bergerak untuk membungkam.
Saat mencoba kabur, hanya memikirkan dirinya sendiri.
Kesan "pelaku berwajah kehidupan sehari-hari" ini berat.
Yamamoto di dalam kantor punya realisme yang lebih tidak enak daripada teroris di tempat jauh.
Lagi pula, karena Yamamoto dibereskan Bekkan, penonton jadi sedikit punya ruang untuk iba.
Dia memohon ampun.
Disuntik serum kebenaran.
Akhirnya disingkirkan.
Kalau hanya melihat bagian ini, bahkan terasa keterlaluan.
Tapi kalau mengingat apa yang dilakukan Yamamoto pada Ota sebelumnya, dia memang yang terburuk.
Keseimbangan ini bagus.
Yamamoto itu pelaku.
Tapi cara dia dibereskan kejam.
Makanya penonton nggak bisa selesai hanya dengan "rasain".
Yamamoto jahat.
Tapi Nogi dan kawan-kawan juga serem.
Dua-duanya tertinggal.
10. Serunya awal VIVANT adalah keadilan yang tidak bersih
Pengungkapan identitas di episode 1-4 VIVANT bagus karena keadilannya tidak bersih.
Koan ada di sisi hukum.
Tapi ada batasnya.
Bekkan ada di sisi yang melindungi negara.
Tapi caranya kejam.
Tent adalah musuh.
Tapi menuju paruh kedua terlihat sisi yang bukan sekadar kejahatan.
Di titik ini saja, baik dan jahat sudah cukup keruh.
Yamamoto itu penjahat.
Ota tampak mencurigakan, tapi juga korban.
Nogi tokoh utama, tapi bisa menyingkirkan orang.
Kurosu junior yang bisa diandalkan, tapi dia yang menipu dan menahan Yamamoto.
F adalah sosok batin yang membantu Nogi, tapi ekspresi dan auranya benar-benar serem.
Makanya seru ditonton.
Bukan cuma "nggak tahu siapa yang di pihak kita".
Tapi "meski di pihak kita, tetap nggak bisa tenang".
Kita tahu Nogi ada di pihak kita.
Tapi di pihak kita bukan berarti aman.
Melindungi negara bukan berarti baik hati.
Mengalahkan kejahatan bukan berarti orang baik.
Rasa tidak tenang ini terkumpul di adegan Yamamoto.
11. Penyingkiran Yamamoto adalah pernyataan: "ini bukan drama penangkapan, tapi drama pembereskan"
Kematian Yamamoto bukan sekadar tokoh keluar dari cerita.
Itu adalah pernyataan bahwa genre drama ini berganti.
Sampai saat itu, penonton menyaksikan pencarian dalang kasus salah transfer.
Perusahaan, Koan, pelarian ke luar negeri, konspirasi.
Skalanya besar, tapi masih bisa ditonton sebagai cerita "penyelesaian kasus".
Namun begitu Yamamoto disingkirkan, cerita naik ke lapisan lain.
Ini bukan drama penangkapan.
Bukan cerita menyerahkan orang ke pengadilan.
Bukan cerita mengumpulkan bukti untuk disidangkan.
Ini cerita tentang sisi gelap negara yang membereskan orang yang merugikan negara.
Dan yang membereskan adalah tokoh utamanya.
Di sini cara penonton memandang Nogi berubah.
Pegawai yang tidak bisa diandalkan.
Orang baik yang terseret masalah.
Tokoh utama dengan dunia batin misterius.
Orang yang dikira begitu tiba-tiba bangkit sebagai "sistem kekebalan negara".
Perubahan ini kuat banget.
12. Kesimpulan: awal VIVANT membongkar identitas tokoh utama dengan "cara muncul penjahat"
Pengungkapan identitas di episode 1-4 VIVANT sangat khas.
Identitas Nogi diungkap sebagai kekuatan tokoh utama.
Tapi penyajiannya lebih mirip penjahat, bukan pahlawan.
Kurosu muncul.
Menipu Yamamoto.
Menahannya.
Memakai serum kebenaran.
Mengorek informasi.
Menyingkirkan.
Lalu ketahuan bahwa Nogi adalah Bekkan.
Dilihat dari sini saja, ini jelas kemunculan petinggi kubu gelap.
Makanya bagus.
Nogi, meski tokoh utama, tidak muncul sebagai pembela keadilan.
Dia muncul sebagai orang yang bertugas membereskan di balik layar negara.
Yamamoto itu penjahat.
Tapi Nogi yang bisa menghapus Yamamoto juga serem.
Kurosu junior yang bisa diandalkan.
Tapi bahkan dari sisi Kurosu, Nogi dan F mungkin serem.
Ota terlihat seperti perempuan mencurigakan.
Tapi kalau dilihat belakangan, sisi korbannya yang dimanfaatkan Yamamoto sangat kuat.
Keruhnya ini adalah kelihaian awal VIVANT.
Baik dan jahat tidak sederhana.
Orang di pihak sendiri pun serem.
Keadilan pun kotor.
Rekan kerja sehari-hari adalah musuh, dan tokoh utama adalah tim pembereskan.
Makanya adegan Yamamoto begitu kejam.
Dan di adegan itu, penonton paham.
Drama ini bukan sekadar cerita penyelesaian kasus.
Mulai dari sini, yang diceritakan adalah sisi gelap negara.
Usulan pemecahan artikel
Artikel ini sudah cukup sebagai satu tulisan, tapi kalau dipecah, bisa jadi 4 artikel berikut.
- Kenapa terungkapnya identitas Nogi di episode 1-4 VIVANT terasa seperti kemunculan penjahat
- Kenapa disingkirkannya Yamamoto Takumi terasa kejam
- Teori bahwa Nogi dan F itu serem kalau dilihat dari Kurosu
- Kenapa Ota Ripo terlihat seperti "perempuan mencurigakan dengan banyak hubungan pria"
Kandidat tautan internal
- Penyajian yang membuat terbongkarnya identitas tokoh utama terasa seperti penjahat
- Kenapa tokoh sisi gelap negara terlihat menarik
- Seramnya kata "disingkirkan" dibanding "ditangkap"
- Cara membuat tokoh yang di pihak kita tapi serem
- Struktur tokoh yang tampak mencurigakan padahal korban
- Kenapa serum kebenaran jadi alat panggung yang praktis dalam fiksi
Panduan artikel terkait
- Adegan "kamu sudah keterlaluan" dan peristiwa pembersihan negara
- Kenapa tokoh yang bukan orang baik tapi di pihak kita begitu mengena
- Momen ketika diketahui tokoh utama adalah sisi gelap negara
- Kenapa adegan membereskan pengkhianat mudah jadi adegan legendaris
- Penyajian yang mengungkap identitas sebagai kemunculan dalang, bukan pahlawan
Catatan pengembangan ke luar negeri
Kalau dikembangkan untuk pembaca berbahasa Inggris, bisa dijadikan tema-tema berikut.
- Why VIVANT’s protagonist reveal feels like a villain entrance
- When the hero is actually the state’s dark immune system
- The difference between arresting a traitor and eliminating one
- Why Yamamoto’s death changes the genre of VIVANT
- The “ally but terrifying” protagonist trope
"Bekkan" lebih mudah dipahami kalau dijelaskan sesuai konteks dengan “covert unit”, “state shadow unit”, atau “unofficial intelligence unit”, bukan sekadar diterjemahkan sebagai special forces.
Hal yang perlu diperhatikan saat publikasi
- Karena ini artikel spoiler, peringatan spoiler wajib ditaruh di awal.
- Tulis sebagai analisis tokoh, penyajian, dan struktur naskah, bukan tentang aktor aslinya.
- Soal sisi korban Ota Ripo, jangan terlalu menyimpulkan; ungkapkan dengan "terlihat" atau "kalau dibaca begitu, masuk akal".
- Soal serum kebenaran, jangan menulis seolah membenarkan penggunaan obat di dunia nyata. Perlakukan hanya sebagai penyajian drama.
- Ungkapan keras seperti "Yamamoto paling bejat" bisa diperhalus, tergantung media, menjadi sekitar "Yamamoto yang paling banyak memikul sisi pelaku".
- Hindari kutipan panjang gambar karya, unggahan X, atau teks resmi; kalau perlu, cukup arahkan ke tautan resmi atau halaman layanan streaming.
Catatan referensi
Sinopsis episode 5 VIVANT (TBS): tercatat bahwa Nogi adalah Bekkan, bersama Kurosu "menyingkirkan" Yamamoto, dan Nozaki merasa janggal dengan kematiannya.
https://www.tbs.co.jp/VIVANT_tbs/story/ep5.htmlTokoh VIVANT (TBS): Nogi Yusuke. Jabatan resmi: "Bekkan" dan kepala seksi 2 divisi energi Marubishi Shoji.
https://www.tbs.co.jp/VIVANT_tbs/chara/nogi.htmlTokoh VIVANT (TBS): Kurosu Shun. Jabatan resmi: "Bekkan".
https://www.tbs.co.jp/VIVANT_tbs/chara/kurosu.htmlTokoh VIVANT (TBS): Yamamoto Takumi. Jabatan resmi: "Monitor Tent" dan kepala seksi 1 divisi energi Marubishi Shoji.
https://www.tbs.co.jp/VIVANT_tbs/chara/yamamoto.htmlTokoh VIVANT (TBS): Ota Ripo. Jabatan resmi: "Blue Walker" dan departemen keuangan Marubishi Shoji.
https://www.tbs.co.jp/VIVANT_tbs/chara/ota.htmlNCBI Bookshelf: Barbiturates. Menjelaskan barbiturat sebagai kelompok obat yang dipakai untuk penenang, tidur, dan sebagainya.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539731/Kala, A. K. "Of ethically compromising positions and blatant lies about 'truth serum'." Indian Journal of Psychiatry / PMC. Tulisan yang mempertanyakan nilai dan etika narkoanalisis untuk memperoleh pengakuan.
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2900002/
