Deskripsi: Acara komedi Jepang pada 24 Oktober 2026 membahas bagaimana Tokyo Banana berubah menjadi cerita kue berbentuk anak ayam yang terbang. Pisahkan fakta dari kabar berantai.
Belum ada bukti bahwa Emiko Uenuma benar-benar melempar kue. Eiko Kano bercerita bahwa kisah pemberian Tokyo Banana dibesar-besarkan hingga muncul versi “Hiyoko terbang melintasi ruangan”. Ia mengatakannya di Uraaka Uraraka episode 4, tayang di ABEMA pada 24 Oktober 2026 pukul 23.00 waktu Jepang. Media memberitakannya pada 27 Oktober.[1][2]
Mengapa mereka membicarakan oleh-oleh?
Uraaka Uraraka dipandu Akira Kawashima. Para tamu membahas pesan anonim tentang hal-hal yang sulit diucapkan secara terbuka. Percakapan bermula dari anggapan bahwa artis senior yang tampak menakutkan sebenarnya ramah di luar kamera.
Menurut Kawashima, dalam beberapa program di Osaka tamu pertama kali membawa makanan khas daerah asal. Orang Fukuoka bisa membawa mentaiko, telur ikan berbumbu. Kano berasal dari Prefektur Miyagi, tetapi oleh-oleh yang ia berikan kepada Uenuma disebut Tokyo Banana. Hadiah itu terkenal, hanya saja berasal dari Tokyo ketika yang diharapkan adalah ciri khas kampung halaman.[1][8]
Apakah Tokyo Banana hadiah yang tidak sopan?
Tidak. Tokyo Banana adalah kue bolu lembut berisi krim pisang yang diluncurkan pada 1991. Produk ini termasuk oleh-oleh khas Tokyo yang populer. Masalahnya bukan rasa atau kualitas, melainkan harapan tentang hadiah yang mewakili asal tamu.[5][6]
Kawashima mengatakan Kano sempat dimarahi, tetapi mengingatkan bahwa Uenuma mungkin tidak pernah menetapkan aturan tersebut. Daisuke Shiba menduga pemberian itu terlihat seperti belanja mendadak di Stasiun Tokyo. Itu dugaan Shiba, bukan alasan yang dikonfirmasi Uenuma.[1]
Mengapa berubah menjadi Hiyoko yang terbang?
Kano mengatakan beberapa orang mengganti nama hadiah menjadi Hiyoko, lalu menambahkan adegan Uenuma menolaknya dan melemparkannya. Kejadian yang awalnya hanya canggung karena salah memilih oleh-oleh berubah menjadi adegan dramatis. Setiap kali diceritakan ulang, bukan kuenya yang membesar, melainkan dramanya.[1]
Hiyoko adalah manisan Jepang berbentuk anak ayam dengan isian pasta kacang dan kuning telur. Produk ini berasal dari Iizuka, Fukuoka, pada 1912 dan masuk pasar Tokyo pada 1964. Jadi Hiyoko dikenal sebagai oleh-oleh dari kedua wilayah. Versi gosipnya membuat anak ayam itu seolah bisa terbang.[7]
Benarkah ada lemparan, dan mengapa dibahas pada 27 Oktober?
Yang dapat dipastikan adalah Kano menceritakan perubahan versi kisah tersebut. Sumber tidak menunjukkan rekaman lemparan, konfirmasi langsung dari Uenuma, ataupun tanggal kejadian awal. Tidak tepat menjadikannya tuduhan kekerasan atau bukti pertengkaran pribadi.
Studio tertawa ketika cerita disampaikan. ORICON NEWS menurunkan laporan pada 27 Oktober pukul 13.40 waktu Jepang; halaman acara resmi dan unggahan ABEMA membantu menelusuri sumber. Itu menunjukkan liputan baru, bukan angka viral global yang terukur. Episode lengkap dan klip promosi tidak ditonton langsung.[1][2][3][4]
Kesimpulan
“Hiyoko terbang” adalah lelucon tentang oleh-oleh yang berubah menjadi legenda lewat cerita berantai. Berawal dari bolu pisang Tokyo, akhirnya anak ayam dari kue seakan bisa terbang.
- [1] ORICON NEWS, 27 Oct 2026: https://www.oricon.co.jp/news/2489077/full/
- [2] ABEMA official announcement, 1 Oct 2026: https://prtimes.jp/main/html/rd/p/000004049.000064643.html
- [3] ABEMA official show page: https://abema.tv/video/title/90-2067
- [4] ABEMA official social post, 23 Oct 2026; not independently viewed: https://x.com/ABEMA/status/2113580055234507122
- [5] Tokyo Banana official product information: https://www.tokyobanana.jp/language/en/products/28.html
- [6] Grapestone official brand history: https://info.grapestone.co.jp/archives/2011/10/20_1.html
- [7] Hiyoko Honpo Yoshinodo official history: https://www.hiyoko.co.jp/hiyoko/
- [8] Miyagi Prefecture official Eiko Kano interview: https://www.pref.miyagi.jp/site/miryoku/surprise12.html



