Ringkasan: Teori My Hero Academia tentang Deku tanpa oksigen, cedera One For All, Copy milik Monoma, serta kekuatan Shigaraki yang mungkin tetap utuh.
Bagaimana kalau Star and Stripe berhasil tiba di Jepang dan bertarung bersama Izuku Midoriya? Ada ide yang terdengar seperti kode curang: “Deku tidak butuh oksigen”, “One For All tidak melukai Deku”, lalu “Monoma menyalin New Order”. Seolah tim pahlawan mendapat akses ke pengaturan dunia.
Kerja sama mereka bisa sangat kuat, tetapi kemenangan tanpa korban bukan hasil otomatis. Dalam cerita asli, pengorbanan Star juga menghancurkan banyak Quirk milik Shigaraki.
Dua aturan, bukan permintaan tanpa batas
Setelah menyentuh sasaran dan mengucapkan namanya, Star dapat menetapkan aturan. Ia telah menghilangkan udara, memengaruhi laser, dan memperkuat tubuhnya. Akan tetapi, hanya dua aturan dapat bertahan bersamaan. Biasanya satu aturan dipakai untuk memperkuat dirinya sendiri, dan penguatan fisik itu juga punya batas.
Untuk manusia, nama harus cocok dengan identitas yang mereka yakini. Kesadaran Tomura Shigaraki bercampur dengan All For One dan Tenko Shimura, sehingga perintah mematikan yang menyebut namanya tidak berhasil. Mengetahui nama bos bukan berarti punya tombol untuk langsung mengalahkannya.
Deku tanpa oksigen: solusi untuk Gearshift?
Memperkuat tubuh Izuku masuk akal karena Star bisa melakukan itu pada dirinya. Namun tidak berarti One For All dapat digunakan selamanya dengan tenaga penuh tanpa cedera.
Gearshift membebani tubuh dan pernapasan. Jika kebutuhan oksigen Deku benar-benar bisa dihapus, sebagian kelemahan mungkin berkurang. Cerita belum menunjukkan perubahan kebutuhan biologis manusia sebesar itu. Oksigen bukan pula satu-satunya penyebab kelelahan dan cedera.
Aturan untuk Deku juga memakai satu dari dua tempat yang dapat digunakan Star mengendalikan medan perang. Hak administrator besar, tetapi tombolnya cuma dua.
Bagaimana dengan Monoma?
Neito Monoma dapat menyalin Quirk seseorang untuk waktu terbatas setelah menyentuhnya. Karena New Order tidak memerlukan energi yang tersimpan selama beberapa generasi seperti One For All, teori penyalinan patut dipertimbangkan. Tetapi belum pernah ditunjukkan Monoma menyalin New Order.
Kita tidak tahu apakah aturan bertahan setelah masa salinan habis atau bagaimana aturan dua pengguna dihitung. Monoma juga bertugas memakai Erasure milik Aizawa dalam perang akhir. Berbagai salinan tidak boleh dianggap aktif bersamaan tanpa batas.
Menyelamatkan Star juga bisa membuat Shigaraki lebih kuat
Dalam cerita utama, Shigaraki mencuri New Order. Aturan terakhir Star membuatnya bertabrakan dengan Quirk lain sehingga banyak kekuatan Shigaraki hancur. Ringkasan resmi anime episode 141 menegaskan hasil ini.
Jika Star langsung menemui Deku dan melewati pertarungan itu, tim pahlawan mendapatkan sekutu baru, tetapi Shigaraki mungkin tetap menyimpan semua kekuatannya. Jika sabotase itu tetap terjadi dan Star masih hidup, peluang pahlawan jauh lebih baik—namun perlu jalan keluar baru dari peristiwa asli.
All For One yang kembali muda juga bertarung di lokasi berbeda. Star tidak bisa muncul di seluruh medan pertempuran. Strategi yang lebih masuk akal adalah menciptakan celah dengan New Order, menekan Quirk dengan Erasure jika tersedia, lalu menyerang memakai One For All. Tubuh Shigaraki sendiri tetap sangat kuat.
Kesimpulan: menyelamatkan Star meningkatkan peluang, terutama jika kerusakan Shigaraki di cerita asli tetap terjadi. Jika kedua keuntungan terkumpul, bos terakhir kehilangan senjata sementara tim lawan mendapat orang yang bisa mengubah aturan permainan. Wajar kalau All For One ingin mengirim komplain ke pengembang.
