Sedang sendirian mengerjakan sesuatu yang merepotkan, tiba-tiba kamu berseru, “Mama!” Tetapi kamu tidak hendak menelepon. Kamu juga tidak ingin ibu datang menyelesaikan pekerjaan itu.
Jadi, siapa yang dipanggil? Bunyi katanya seperti panggilan, tetapi perasaanmu mungkin lebih dekat dengan “Duh, malas banget.” Tidak ada orang yang disuruh datang. Kata itu tinggal di kamar.
Anak bisa memulai banyak permintaan dengan “Mama!”
“Lihat ini”, “bantu aku”, “ini apa?”, “di sini dulu”. Satu panggilan bisa menarik perhatian sebelum anak menjelaskan keperluannya.
Ada pula adegan anak memanggil perempuan lain Mama, lalu segera menyadari kekeliruannya. Mirip mengeklik hasil pencarian paling atas sebelum tahu bahwa halaman yang terbuka ternyata salah. Orang yang ingin dipanggil berbeda dengan yang mendengar.
Dalam bahasa anak kecil di Jepang, manma juga bisa berarti makanan. Seruan panjang “Mamma!” dapat membuat pendengar ragu: ingin ibu atau ingin makan? Kata pendek, tugasnya banyak.
Orang dewasa belum tentu menunggu jawaban
Jika kamu sadar mengucapkan “Mama!” saat sendirian dan kesal, tanpa menghubungi siapa pun atau menanti respons, mungkin lebih mudah memahaminya sebagai desahan yang diberi kata. “Duh”, “capek”, atau “nggak mau lagi” bisa melakukan hal serupa.
Sebutan yang tadinya memanggil seseorang berganti pekerjaan menjadi ungkapan keluhan. Ini salah satu cara membaca situasinya, bukan penjelasan yang terbukti berlaku untuk setiap orang.
Orang lain mungkin benar-benar ingin bantuan ibunya. Satu kata saja tidak cukup untuk menentukan itu, apalagi menyimpulkan ketergantungan tersembunyi. Apa yang sedang terjadi dan apakah ada orang yang dituju lebih membantu menjelaskan.
Berbicara sendiri dengan sadar juga berbeda dari suara yang berulang di luar kehendak dan mengganggu keseharian. Kalau itu membuatmu kesulitan, carilah saran tentang masalahnya. “Mama” sendiri bukan diagnosis.
Anak mungkin menunggu orang yang dipanggil menjawab. Orang dewasa sendirian mungkin hanya sedang mengeluarkan perasaan. Katanya sama, tugasnya berbeda—kali ini tidak ada orang yang datang masuk kerja.

