Tiga jam, seratus tayangan. Artikel lama ikut lembur
Bayangkan blog kecil mendapat tambahan 100 tampilan halaman dalam tiga jam pada malam hari. Refleks pertama: kalau begitu sehari 800! Sayangnya, laju tiga jam tidak bisa langsung dianggap berlaku selama 24 jam.
Yang lebih menyenangkan justru tampilan pada artikel lama. Tulisan yang sudah selesai berminggu-minggu lalu mulai dikunjungi lagi. Penulisnya istirahat, arsipnya malah mengambil giliran kerja malam. Bayarannya masih berupa angka PV.
Terbit dan ditemukan adalah dua peristiwa berbeda
Mesin pencari bisa membutuhkan waktu untuk menemukan serta memahami halaman. Judul yang menjawab pertanyaan spesifik membantu calon pembaca mengenali isinya. Tautan ke artikel terkait memberi jalan tambahan. Topik lama pun bisa kembali dicari.
Tetapi bila judul, struktur tautan, dan proses penemuan halaman diperbaiki bersamaan, peningkatan trafik belum bisa dikaitkan dengan satu perubahan saja. Angkanya menggembirakan; penyebabnya perlu diperiksa.
Bahasa lain berarti pintu lain
Pembaca berbahasa Indonesia mungkin memakai istilah yang berbeda dari pembaca Jepang atau Prancis. Versi lokal yang bagus bukan sekadar ganti kata: pertanyaan, judul, dan jawaban awal perlu terasa wajar.
Tampilan pada halaman bahasa Prancis juga bukan bukti bahwa pengunjung berada di Prancis. Bahasa halaman dan negara pengunjung harus dilihat secara terpisah.
Arsip yang berguna tetap perlu dirawat
Konten jangka panjang adalah tulisan lama yang masih menjawab kebutuhan pembaca baru. Namun tidak semua topik tahan lama. Berita bisa basi, panduan bisa ketinggalan zaman, dan mesin pencari bisa berubah.
Pisahkan trafik tulisan baru dan lama. Lihat kembali setelah 7 dan 28 hari menurut sumber dan bahasa. Satu tampilan halaman pun tidak selalu berarti satu orang. Ketika tulisan lama tetap dibaca, itulah hasil yang menarik: kamu libur, tetapi dirimu di masa lalu masih melayani pengunjung perpustakaan digital.
