Guru mendatangi murid yang tidak masuk sekolah tetapi mengiranya sebagai ayah. Muridnya santai, gurunya sopan, guru sebelumnya bahkan pernah main gim bersama.
Kunjungan rumah yang salah orang
Guru mengunjungi murid yang lama tidak sekolah. Pria yang menyambutnya terlihat seperti ayah yang berwibawa. Padahal orang itu murid yang sedang dicari. Itulah ide sketsa Jerardon yang dirilis Januari 2022. Lucunya, percakapan mereka tetap terdengar wajar.
Kesalahan yang bisa dimaklumi
Attack Nishimoto memainkan murid dengan sikap orang yang sudah puluhan kali hadir di pertemuan wali murid. Saat guru sadar, penonton justru memahami bagaimana kesalahan itu terjadi.
Murid santai, guru formal
Murid berbicara santai, tetapi guru sangat sopan karena mengira ia sedang berbicara kepada ayah si murid. Yang bolos tampak seperti kepala sekolah, gurunya seperti staf yang melapor. Kesopanan malah membalik hubungan mereka.
Guru sebelumnya bermain gim bersamanya
Dalam cerita, guru sebelumnya pernah bermain gim dengan murid tersebut. Tujuan berkunjung mestinya membantu anak kembali belajar, tetapi gurunya justru menjadi teman main. Mereka terasa seperti dua orang dewasa menikmati akhir pekan.
Kembali sekolah, jumlah guru bertambah?
Ini hanya lelucon dari situasinya, bukan kelanjutan dalam video. Jika ia kembali, seharusnya ada seorang murid tambahan, tetapi dari jauh terlihat seperti ada guru senior baru. Di rumah seperti ayah, di sekolah seperti wakil kepala sekolah. Mengapa dia justru tidak masuk kelas?
Tahu akhir cerita tetap lucu
Judul sudah membocorkan salah pahamnya. Yang menarik adalah melihat berapa lama percakapan normal bisa berjalan di atas asumsi yang salah. Belum masuk kelas, tetapi auranya seperti pengawas sekolah.
