Laporan kerusakan jalan masuk pada hari libur Jepang dan dua hari kemudian jalan sudah diperbaiki. Inilah hubungan antara #9910, pemerintah, dan kru perawatan.
Pada 14 Oktober 2026, sebuah unggahan dari Jepang menceritakan kejadian yang bikin kagum: kerusakan jalan dilaporkan pada Senin, dan saat dilewati lagi pada Rabu ternyata sudah diperbaiki. Padahal Senin, 12 Oktober, adalah hari libur nasional di Jepang.[6]
Siapa yang bergerak secepat itu? Biasanya instansi pengelola jalan, staf pemeliharaan, dan perusahaan konstruksi yang telah memiliki kontrak untuk menangani masalah di wilayah tersebut.[1][3]
1. Laporan lewat LINE diteruskan ke siapa?
Jepang memiliki nomor nasional #9910 untuk melaporkan bahaya jalan. Telepon menerima laporan 24 jam. Sejak 29 Maret 2024, pengguna LINE juga dapat melaporkan masalah di jalan tol, jalan nasional, jalan tingkat prefektur, dan jalan yang dikelola pemerintah daerah di seluruh Jepang.[1][2]
Pelapor memilih jenis kerusakan, menandai titik pada peta, lalu bisa menambahkan foto. Ini jauh lebih mudah dipahami daripada “dekat tikungan setelah toko, tapi bukan tikungan pertama”.
Pengelola jalan memeriksa informasi tersebut dan menentukan apakah perlu pemeriksaan lapangan, pemindahan rintangan, atau perbaikan. Adanya satu pintu laporan nasional tidak berarti seluruh lubang jalan diperbaiki langsung oleh pegawai kementerian pusat.[1]
2. Kenapa bisa cepat? Kontraktornya sudah ada
Distrik Edogawa di Tokyo memiliki contoh nyata. Setiap tahun pemerintahnya menandatangani kontrak untuk pemeliharaan sederhana dan pekerjaan darurat. Tarif jenis pekerjaan disepakati sebelumnya dan biaya dihitung berdasarkan pekerjaan yang benar-benar selesai.[3]
Karena itu, saat masalah muncul, petugas bisa mengikuti aturan yang ada dan menghubungi penyedia jasa yang telah disiapkan. Tidak harus mencari kontraktor dari awal setiap kali ada kerusakan.
Dari jalan, yang terlihat hanya tambalan aspal. Di belakangnya ada pembagian wilayah, kontrak, nomor kontak, dan orang-orang yang tahu harus membawa peralatan apa. Tim penyelamat jalan ternyata sudah bersiaga jauh sebelum ada laporan.
3. Bagaimana lubang kecil ditambal?
Catatan lapangan kementerian terkait di Jepang menggambarkan petugas mengeluarkan air dari lubang jalan, lalu mengisinya dengan bahan tambal yang dapat digunakan tanpa dipanaskan terlebih dahulu.[4]
Kerusakan berat mungkin memerlukan pengaturan lalu lintas, pemeriksaan lebih lanjut, dan pengaspalan ulang. Tambalan cepat bisa saja merupakan penanganan sementara.
Unggahan pada Oktober itu tidak menyebut jenis kerusakan yang tepat, nama kontraktor, ataupun waktu pengerjaan. Dua hari adalah jarak dari laporan sampai terlihat hasil perbaikannya, bukan dua hari kerja penuh.
4. Apakah pasti selesai dalam dua hari?
Tidak ada jaminan. LINE dapat menerima pesan kapan saja, tetapi banyak pengelola jalan lokal biasanya memeriksa laporan pada jam kerja. Keputusan tetap berada pada pengelola jalan tersebut.[5]
Tingkat bahaya, cuaca, dan ketersediaan pekerja memengaruhi waktu. Jika melihat masalah di Jepang, laporkan dari tempat aman. Jangan berjalan ke jalur kendaraan untuk memotret atau menggunakan ponsel sambil mengemudi. Untuk kecelakaan lalu lintas, hubungi polisi Jepang di 110.[1]
5. Pekerjaan bagus sampai tak terlihat lagi
Seseorang melihat bahaya. Orang lain menerima titik lokasi. Ada petugas yang menghubungi kru. Pekerja datang dan memperbaiki jalan.
Setelah itu kendaraan melintas seperti biasa, hampir tanpa menyadari pernah ada masalah.
Hebatnya, semakin baik mereka bekerja, semakin sulit melihat hasil jerih payah mereka. Itulah keren-nya tim perawatan jalan.
