Apa arti “Bismillah c'est les ténèbres” yang ramai di demonstrasi pelajar Prancis?

Cara memakai fitur membaca

Dengarkan membacakan artikel. Baca cepat menampilkan frasa berurutan dengan kecepatan pilihan Anda. Latihan bahasa membandingkan terjemahan yang tersedia. Simpan menambahkan penanda di browser ini; buka kembali dari daftar tersimpan di pemutar. Game pecah bata mengubah kata-kata artikel menjadi bata yang bisa Anda hancurkan.

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Iklan
Iklan

Deskripsi: Ungkapan campuran Arab dan Prancis ini berawal dari tangkapan layar Snapchat yang mencurigakan, lalu muncul di poster demonstrasi pada Oktober 2026. Simak arti, kronologi, dan fakta yang sudah terverifikasi.

“Bismillah c'est les ténèbres” menjadi meme sekaligus slogan demonstrasi pelajar di Prancis pada Oktober 2026. Ungkapan tersebut ramai setelah tangkapan layar pesan Snapchat beredar. Pengirimnya tampak berusaha meniru gaya bicara remaja sambil menanyakan rencana pemblokiran sekolah. Yang mengundang tawa adalah kesan terlalu dipaksakan: ingin terlihat seperti orang dalam, tetapi malah terdengar asing.

Apa arti kalimatnya?

Kata Arab bismillah berarti “dengan nama Allah”. Sementara itu, frasa Prancis c'est les ténèbres kurang lebih berarti “ini kegelapan”. Jika digabungkan, hasilnya terdengar seperti “dengan nama Allah, ini kegelapan”, bukan ungkapan sehari-hari yang lazim. Penggunaan beberapa bahasa sekaligus tentu bukan masalah. Yang menjadi bahan sindiran adalah susunan kata yang janggal dan kesan meniru stereotip tentang cara remaja berbicara.

Bagaimana cerita di Snapchat bermula?

Pada awal Oktober 2026, sejumlah pelajar menggunakan grup Snapchat untuk membahas aksi pemblokiran sekolah dan demonstrasi. Beredar tangkapan layar pesan dari akun yang dianggap mencurigakan. Salah satunya memasukkan kalimat ini, berbagai bahasa gaul, serta pertanyaan tentang cara bergabung dengan grup aksi. Sebagian pelajar menduga pengirimnya sedang menyamar untuk memperoleh informasi, mungkin terkait aparat kepolisian.

Namun, dugaan identitas pengirim belum menjadi fakta yang terbukti. Laporan lapangan AFP pada 15 Oktober menyebut keaslian pesan itu belum dipastikan. Yang dapat diamati adalah bagaimana kalimat tersebut benar-benar dipakai dalam lelucon, video, dan poster demonstrasi.

Kapan dan di mana meme ini menyebar?

Pada 10 Oktober, Anadolu Agency melaporkan kemunculannya sebagai meme dan tulisan pada poster aksi. Pada 13 Oktober, program televisi Prancis Quotidien menayangkan liputan video mengenai slogan tersebut. Dua hari kemudian, AFP melaporkan bahwa para pelajar membawa humor TikTok dan Instagram ke demonstrasi. Lelucon semacam ini membantu meredakan ketegangan dan memperkuat rasa kebersamaan.

AFP juga membahas video Instagram yang menampilkan aktivis lingkungan Greta Thunberg mengucapkan kalimat itu. Pada 16 Oktober, TV5MONDE menyebut penggunaannya dalam aksi di Prancis dan Belgia. Itu merupakan contoh wilayah yang tercatat, bukan ukuran total penonton global.

Mengapa ada kritik di balik leluconnya?

Bayangkan seseorang ingin menyusup ke grup pertemanan, lalu mengucapkan semua bahasa gaul sekaligus agar terlihat akrab. Alih-alih meyakinkan, ia justru seperti memakai papan bertuliskan “saya sedang menyamar”. Itulah sumber kelucuannya. Namun, pesan yang beredar juga dianggap menggunakan nama bernuansa Afrika Utara, kata Arab, dan gambaran stereotip tentang peserta demonstrasi. Mengulang frasa tersebut di poster bisa menjadi cara mengejek prasangka itu, bukan sekadar mengulang kata-kata aneh.

Kesimpulan

“Bismillah c'est les ténèbres” adalah meme demonstrasi pelajar Prancis pada Oktober 2026. Asal-usul pengirim pesan masih perlu dibedakan dari fakta penyebarannya. Kalimat yang seolah ingin membuktikan bahwa pengirimnya “bagian dari kelompok” justru berubah menjadi candaan khas kelompok itu sendiri.

Baca ini hari ini

Masing-masing menjawab pertanyaan yang biasanya muncul setelah membaca artikel ini.

Lihat semua artikel

Bagikan artikel ini

Jika artikel ini bermanfaat, Anda bisa mendukung situs ini. Dukung

Iklan
Iklan
Iklan

Satu lagi? Ada yang seru?

Mumpung sudah selesai membaca: beberapa cerita yang mirip dan beberapa yang beda sama sekali tapi seru.

  1. AC Sudah 21°C tetapi Tetap Terasa PanasMenunggu 40 Menit untuk Tofu Dengaku di Kikuso, Restoran Toyohashi Berusia Sekitar 200 Tahun Tempat Edo, Showa, dan Reiwa Bertemu
  2. Menang board tapi tetap kalah?Panduan Shadowverse: Worlds Beyond
  3. Jam 5 pagibadan bilang “tidur”, otak bilang “kami masih buka”
  4. September di pedalaman Jepang belum benar-benar musim gugurperjalanan satu malam dari Matsumoto dan Suwa ke Tajimi dan Mizunami, dengan museum ber-AC dan makanan porsi “rusak skala”

Cari artikel lain

Semua artikel

Mendoi-chan

Pengelola situs

Mendoi-chan

Mengubah kerepotan di tempat kerja dan kehidupan sehari-hari menjadi struktur yang jelas dan langkah berikutnya.