Di Attack on Titan, Reiner punya kelemahan yang ironis. Titan Berzirah memiliki pertahanan luar biasa, tetapi hatinya nyaris tanpa pelindung. Ia menyusup ke Paradis untuk melawan penduduknya, lalu justru menyayangi teman-teman Angkatan ke-104. Zirah terbaik, keamanan emosional terburuk.
Menjadi pahlawan agar keluarganya bisa bersama
Karina, ibunya, mengajarkan pandangan diskriminatif Marley bahwa orang Eldia mewarisi kesalahan leluhur. Reiner percaya bahwa menjadi pejuang dan warga kehormatan Marley akan membuat kedua orang tuanya bisa hidup bersama.
Namun ayahnya menolak Reiner. Ia juga mengetahui bahwa Marcel memengaruhi pemilihan pewaris Titan Berzirah demi melindungi adiknya, Porco. Marcel kemudian tewas menyelamatkannya. Reiner berusaha menjadi pemimpin yang kuat seperti Marcel, dengan ketakutan tersimpan di balik sikap kakak kelas yang bisa diandalkan.
Misi penyusupan berubah menjadi persahabatan sungguhan
Eren, Connie, Sasha, dan Jean bukan iblis tanpa wajah. Mereka remaja biasa yang membuat kesalahan, bercanda, dan saling membantu. Reiner mempertaruhkan keselamatannya untuk menolong Connie dan menyemangati Eren. Kepeduliannya nyata.
Sebagai pejuang Marley ia harus menyelesaikan misi terhadap Paradis. Sebagai prajurit Angkatan ke-104 ia ingin sahabat-sahabatnya hidup. Ketika Marco mendengar rahasia mereka, Reiner dan kawan-kawannya membiarkan Marco tidak berdaya menghadapi Titan. Reiner kemudian terguncang oleh kematian itu seakan kehilangan teman. Ia ikut menciptakan luka yang juga ia rasakan.
Pulang tidak berarti bebas dari ingatan
Bertholdt telah meninggal dan Annie belum kembali. Keluarga Reiner masih menyebut penghuni pulau sebagai iblis, tetapi ia mengingat tawa dan kebaikan mereka. Kisahnya tentang Sasha dan makanan lebih terdengar seperti kenangan akan teman sekolah yang aneh tetapi disayangi daripada laporan tentang musuh.
Dalam episode 62, "The Door of Hope", Reiner mengalami keputusasaan ekstrem dalam adegan yang melibatkan senapan. Suara Falco di luar membuatnya berhenti. Ia masih ingin melindungi calon pejuang yang lebih muda. Harapan kecil itu membantunya melanjutkan hidup, meski rasa sakitnya belum hilang.
Gabi mulai membongkar keyakinan yang sama
Gabi tumbuh dengan keyakinan bahwa mengalahkan iblis Paradis akan membuktikan dirinya sebagai orang Eldia yang baik. Kaya justru bertanya: apa kesalahan ibunya hingga pantas dimakan Titan? Dosa leluhur tidak dapat menjawab nasib satu orang itu.
Gabi lalu mengetahui bahwa keluarga Braus yang menolongnya adalah keluarga Sasha, prajurit yang ia bunuh. Nicolo dan Kaya marah; ayah Sasha memilih menghentikan balas dendam pada seorang anak. Gabi mulai melihat bahwa setiap orang yang disebut musuh memiliki keluarga dan kehilangan.
Reiner bertahun-tahun terperangkap di antara dua kesetiaan. Gabi mulai mempertanyakan ajaran yang menciptakannya.
Zirah kuat bukan berarti hati kebal
Reiner sungguh menyayangi teman-temannya, dan ia sungguh bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkannya. Kedua kebenaran itu tidak saling menghapus. Titan Berzirah memiliki lapisan pertahanan hebat, tetapi teman-teman Angkatan ke-104 sudah lama masuk ke dalam hati Reiner. Di sana tak ada pengerasan yang bisa menolong.
