Semua artikel
Artikel dari mendoi-apps yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia setelah pemeriksaan bahasa.
Kata pencarian dibatasi hingga 120 karakter.
11 artikel
Paling relevan dahulu
- Kalau Ada Masalah, Apa Berarti Sudah Tak Bisa Dipercaya? Jadikan "Nol Kesalahan" Patokan Rasa Aman, dan Cinta maupun Pindah Kerja Jadi MandekDi artikel ini kita pakai dua tokoh rekaan, A dan B, tanpa informasi apa pun yang bisa mengidentifikasi seseorang.
- Kenapa Kesal Kalau Disuruh Nanggung Kesalahan Orang Lain, dan Cara MenolaknyaKadang ada yang bilang, "Maaf ya, tolong bawain ini dong?", dan permintaannya sendiri kelihatan sepele.
- Saat “Kenapa?” Berubah Jadi Interogasi dan Kesalahan Dilempar ke KamuIni bukan sekadar soal “mentalku lemah” atau “aku kurang pandai menyampaikan”.
- Menyalahkan orang yang bilang "ini salahku" tak mengubah apa-apaKalau membahas soal hubungan, kadang kita menemukan pendapat seperti ini:
- Kenapa Urusan Cek Sederhana di Kantor Berubah Jadi Cari Kambing HitamDi kantor, ada urusan yang seharusnya beres dalam beberapa menit.
- Kenapa Perusahaan Tak Bisa Membedakan Karyawan Cakap dan Tidak Cakap: Pura-pura Sibuk dan Seleksi TerbalikApa yang terlihat di tempat kerja tidak ditentukan oleh kemampuan seseorang saja.
- Saat "Suruh Mereka Berpikir Sendiri" Berubah Jadi Lepas TanganSeorang atasan membagikan pekerjaan ke beberapa karyawan baru.
- Kantor Bukan Tempat Memulihkan Harga DirimuDi tempat kerja, selalu ada orang yang kelihatannya cuma ingin "berceramah" dan "mencari-cari kesalahan".
- Kedai Ramai yang Hanya Bosnya Bisa Menghitung Tagihan: Kapan Perlu Dibenahi, Kapan TidakDi sebuah izakaya kecil (kedai minum ala Jepang), saya minta tagihan, lalu pelayannya bilang, "Cuma bos yang bisa menghitung tagihan."
- Kedewasaan Emosional Bukan Berarti Emosi Berkurang, tapi Bisa Memilih Reaksi"Kalau batin makin dewasa, emosi makin berkurang."
- Cara Mendapat Skor Tinggi di Mesin Pukul Arcade: Tenaga Dimulai dari Lantai, Bukan Cuma LenganMelihat mesin pukul di arcade biasanya memunculkan satu pikiran universal: “Kalau kupukul sekuat-kuatnya, skornya berapa?”
