Mengapa Niyyah marah kepada Joe di dalam peti mati The Traitors: New Blood?

Apel yang menyingkirkan Niyyah, pengakuan Joe, dan wawancara tanggal 20 Oktober 2026 menjelaskan mengapa permintaan maafnya justru memperburuk suasana.

Cari anomalinya
Cara memakai fitur membaca

Dengarkan membacakan artikel. Baca cepat menampilkan frasa berurutan dengan kecepatan pilihan Anda. Latihan bahasa membandingkan terjemahan yang tersedia. Simpan menambahkan penanda di browser ini; buka kembali dari daftar tersimpan di pemutar. Game pecah bata mengubah kata-kata artikel menjadi bata yang bisa Anda hancurkan.

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Iklan
Iklan

Deskripsi: Apel yang menyingkirkan Niyyah, pengakuan Joe, dan wawancara tanggal 20 Oktober 2026 menjelaskan mengapa permintaan maafnya justru memperburuk suasana. Bocoran sampai episode enam.

Niyyah bukan terutama marah karena Joe menyingkirkannya. Ia kesal karena momen perpisahannya berubah menjadi kesempatan untuk meringankan rasa bersalah Joe. Niyyah Bilal Hayes menjelaskan kepada Entertainment Weekly bahwa Joe Vanella memang berperan sebagai Traitor yang bertugas menipu dan mengeliminasi pemain lain.

Apel dan peti mati

The Traitors: New Blood adalah kompetisi realitas Amerika dengan peserta bukan selebritas. Traitors menyembunyikan identitas mereka, sementara Faithful berusaha mengungkapnya. “Pembunuhan” hanya berarti eliminasi dalam permainan. Episode “A Murder of Necessity” tayang di NBC pada 15 Oktober dan tercatat di Peacock sebagai musim kelima, episode keenam.

Tugasnya adalah melempar apel kepada sasaran; jika tertangkap, sasaran akan tersingkir. Lemparan pertama Joe kepada Niyyah gagal, tetapi lemparan kedua berhasil. Permainan lempar tangkap ternyata jebakan. Kemudian beberapa peserta berbaring di peti mati properti. Joe di samping Niyyah mengaku sebagai Traitor yang melempar apel tersebut, lalu meminta maaf.

Mengapa permintaan maaf membuatnya kesal?

Niyyah memahami bahwa Joe hanya menjalankan perannya. Namun ia ingin menerima kekalahan dengan caranya sendiri, bukan menenangkan orang yang membuatnya kalah. Permintaan maaf berulang membuatnya merasa harus meredakan rasa bersalah Joe. Ia mengingat pengakuan itu terjadi sekitar sepuluh detik setelah masuk ke peti, kurang dari satu menit, meskipun mereka berada di sana lebih lama. Niyyah mengatakan ia sempat memaki Joe, tetapi bagian itu dipotong dari tayangan. Ini kesaksiannya mengenai rekaman yang tidak disiarkan.

Apakah Joe melanggar aturan?

Diskusi Reddit tanggal 18 Oktober mempertanyakan pengungkapan identitas itu. TV Insider menjelaskan prinsip umum kerahasiaan, lalu menafsirkan bahwa Niyyah sudah akan keluar sehingga tidak bisa memberi tahu pemain lain. Belum ada putusan resmi produksi yang terverifikasi khusus untuk adegan ini. Niyyah mengatakan ia bisa berteriak membocorkan identitas Joe, tetapi tidak ingin merusak permainan orang lain.

Kesimpulan

Tayangan 15 Oktober memunculkan pertanyaan, sedangkan wawancara 20 Oktober memberi jawaban. Pengkhianatan adalah bagian dari permainan; menjadi penghibur orang yang mengkhianatinya saat ia sendiri tersingkir bukan bagian yang ia terima. Setelah syuting, keduanya berbicara lagi dan Niyyah menerima permintaan maaf Joe. Bahkan di peti mati properti, ia hampir mendapat tugas tambahan sebagai penenang hati lawannya.

Lebih dalam lagi: Kenapa rekan perempuan di TODAY langsung menegur julukan “Big Red”?

IklanBuku tentang topik ini

Artikel ini berisi tautan afiliasi (iklan). Tentang iklan As an Amazon Associate I earn from qualifying purchases.

Bagikan artikel ini

Jika artikel ini bermanfaat, Anda bisa mendukung situs ini. Dukung

Iklan
Iklan
Iklan

Baca ini hari ini

Masing-masing menjawab pertanyaan yang biasanya muncul setelah membaca artikel ini.

Lihat semua artikelLebih banyak tentang Anime

Cari artikel lain

Semua artikel

Mendoi-chan

Pengelola situs

Mendoi-chan

Mengubah kerepotan di tempat kerja dan kehidupan sehari-hari menjadi struktur yang jelas dan langkah berikutnya.