Deskripsi: Pada siaran langsung TBS tanggal 17 Oktober 2026, Nagano meneriakkan “Shinsuke Punch”. Inilah latar Shinsuke Shimada, ejekan para tamu, dan alasan balasan Tsuda menjadi bagian terlucu.
Komedian Jepang Nagano mendapat ejekan tentang kemampuannya membawakan acara, lalu bergerak menuju kursi tamu sambil mengayunkan tangan dan berseru “Shinsuke Punch”. Itu bukan nama jurus sungguhan. Ia sedang menirukan sosok pembawa acara berkuasa, Shinsuke Shimada, secara berlebihan. Rekan pembawa acaranya, Atsuhiro Tsuda, langsung menegur, kira-kira, “Jangan sebut nama itu!” Teguran tersebut membuat nama yang disebut Nagano menjadi lelucon kedua.
Acara apa dan bagaimana mulainya?
TBS menayangkan acara spesial delapan jam Owarai no Hi 2026 pada Sabtu, 17 Oktober 2026, mulai pukul 14.00 waktu Jepang. Segmen Geinin Sosenkyo dimulai pukul 16.30. Tsuda dari duo Diane dan Nagano menjadi pembawa acara setelah masing-masing menempati peringkat pertama dan kedua dalam jajak pendapat komedian sebelumnya. Penyiar Mako Tamura memandu alur acara.
Takashi Yoshimura, salah satu tamu, mempertanyakan mengapa justru dua orang itu yang menjadi pembawa acara. Ia kemudian menyindir bahwa segmen tersebut hanya mengisi waktu saat suara untuk kompetisi komedi lain dihitung. Nagano membalas bahwa ia sekarang memahami perasaan Shimada ketika memimpin acara. Ia meninggalkan tempatnya, menggerakkan tangan dan menyerukan “Shinsuke Punch”. Tsuda segera memprotes penyebutan nama tersebut. Urutannya dilaporkan Nikkan Sports pada 19 Oktober.
Mengapa nama Shimada penting?
Shinsuke Shimada pernah menjadi pembawa acara kuis dan bincang-bincang yang sangat berpengaruh di Jepang. Ia pensiun dari dunia hiburan pada Agustus 2011 setelah kontroversi mengenai hubungannya dengan orang-orang yang terkait kejahatan terorganisasi. Yang diparodikan Nagano adalah citra pembawa acara senior yang mampu mengendalikan seluruh studio. Ironisnya, Nagano baru saja mendapat kesempatan menjadi pembawa acara tetapi justru terus disindir oleh para tamu. Ia mencoba tampil berwibawa dengan cara yang semakin kacau.
“Shinsuke Punch” adalah seruan dalam aksi Nagano, bukan jurus resmi atau slogan lama yang terbukti berasal dari Shimada. Penonton di luar Jepang mungkin perlu mengetahui sejarah tokoh itu agar tidak mengira adegan tersebut sekadar orang berteriak sambil mengayunkan tangan.
Mengapa lucu, dan apa batasnya?
Ada tiga tahap: pembawa acara dipermalukan, ia bereaksi secara teatrikal, lalu rekannya justru sibuk melarang nama tokoh yang disebut. Fokus teguran bergeser dari aksi gaduh ke rujukan budaya yang mendadak muncul. Media mengutip sejumlah unggahan yang menganggapnya lucu, tetapi itu bukan survei tentang seluruh penonton.
Dalam bagian lain dari siaran yang sama, Nagano dilaporkan menyentuh bahu Tamura dan merangkulnya, sehingga muncul kritik. Kontak fisik nyata itu berbeda dari permainan kata “Shinsuke Punch”. Media juga mengutip unggahan seorang peserta tentang teguran saat jeda iklan, tetapi rincian percakapannya tidak dapat dipastikan. Perasaan pribadi Tamura tidak boleh ditebak.
Kesimpulan
“Shinsuke Punch” adalah parodi pembawa acara yang serba berkuasa, dilakukan oleh orang yang justru kesulitan menguasai acaranya sendiri. Tsuda menyempurnakan lelucon dengan menjadikan nama itu sebagai masalah utama. Rekaman lengkap tidak ditonton langsung; uraian ini bersandar pada informasi resmi dan laporan saat kejadian.
