Kita juga bisa mendapatkan teman lewat media sosial.
Namun, terlalu cepat mendekat sering berakhir buruk.
Langsung mengirim DM.
Tiba-tiba curhat soal masalah berat.
Langsung mengajak telepon.
Langsung mengajak bertemu.
Hal-hal seperti ini mudah terasa membebani orang lain.
Kalau ingin mencari teman di media sosial, mulailah dari interaksi ringan.
Lihat unggahan mereka.
Beri suka.
Balas singkat unggahan yang terasa nyambung.
Berinteraksilah beberapa kali lewat topik yang sama.
Perhatikan seberapa hangat respons mereka.
Unggah juga hal-hal dengan tema yang mirip.
Setelah beberapa kali percakapan berjalan secara alami, barulah kirim DM jika memang perlu.
Ritme seperti ini lebih aman.
Kelebihan media sosial adalah nilai dan minat seseorang cukup mudah terlihat.
Cara mereka memandang pekerjaan, hobi, kehidupan sehari-hari, hal yang membuat marah, hal yang disukai, dan yang tidak disukai.
Dari unggahannya, kita bisa sedikit menilai apakah kemungkinan cocok.
Meski begitu, jangan percaya penuh pada seseorang hanya dari apa yang mereka unggah.
Unggahan hanyalah satu bagian dari diri seseorang.
Perhatikan juga interaksi nyata, apakah mereka menepati janji, menghormati jarak, dan bagaimana mereka memperlakukan orang lain.
Dalam pertemanan di media sosial, kepercayaan juga sebaiknya dibuka bertahap.
Mulailah dari interaksi ringan dan biarkan hubungan berkembang perlahan.
