Sketsa Gelas Snoopy Nathan Doan: Mau Beli Kopi, Malah Ikut Bertarung

Gelas Snoopy edisi terbatas mengubah kedai kopi menjadi arena anime. Penonton mengaitkannya dengan calo kartu Pokémon, kesalahan barista, dan telepon ibu.

Cari anomalinya
Cara memakai fitur membaca

Dengarkan membacakan artikel. Baca cepat menampilkan frasa berurutan dengan kecepatan pilihan Anda. Latihan bahasa membandingkan terjemahan yang tersedia. Simpan menambahkan penanda di browser ini; buka kembali dari daftar tersimpan di pemutar. Game pecah bata mengubah kata-kata artikel menjadi bata yang bisa Anda hancurkan.

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Iklan
Iklan

Pada 27 Oktober 2026, Nathan Doan Comedy mengunggah “How People Be Acting When the Item Is Limited”, sketsa tentang gelas Snoopy edisi terbatas. Pelanggan yang hanya ingin kopi malah bertarung tanpa persetujuannya sendiri. Tangannya seakan sudah mendaftar ke pertandingan final.

Pesan kopi, tetapi tangan siap bertarung

Barista bercelemek hijau mengumumkan stok gelas yang sangat sedikit, lalu menjatuhkan salah satunya. Pelanggan berjaket cokelat membahas harga jual kembali. Pelanggan berbaju merah cuma ingin kopi, tetapi tubuhnya bergerak sendiri dan kedai berubah menjadi arena anime. Doan memerankan beberapa tokoh dalam komedi yang dipentaskan, bukan keributan sungguhan.

Penonton menemukan penyebab sederhana

Komentar YouTube yang dirangkum Trari pada 28 Oktober membandingkan adegan itu dengan paket kartu Pokémon terbatas dan pembeli yang berniat menjualnya lagi. Penonton lain mengingatkan bahwa pelanggan berbaju merah sama sekali tidak menginginkan gelas. Ada juga yang menyalahkan barista: jika gelas pertama tidak jatuh, mungkin kekacauan tidak terjadi. Pertarungan besar ternyata berawal dari kesalahan kecil mengurus stok.

Trari juga menjelaskan adegan telepon saat seorang anak menyampaikan keadaan genting, tetapi ibunya ingin tahu apakah gelas Snoopy berhasil dibeli. Seorang penonton menyebut respons ibu sebagai bagian paling realistis. Pertarungannya seperti kartun; tugas belanjanya sangat nyata.

Dialog buatan: protes pelanggan

Percakapan berikut adalah lelucon asli artikel, bukan dialog video atau komentar penonton.

Pelanggan: “Kopi satu, ya.” Barista: “Gelas khusus tinggal satu.” Pelanggan: “Gelas biasa saja.” Tangan kanan: “Final dimulai!” Pelanggan: “Siapa yang mendaftarkanku?” Ibu: “Gelasnya sudah dapat?” Pelanggan: “Lalu kopi saya?”

Mengapa lucu?

Sketsa ini membesar-besarkan kepanikan barang terbatas sampai keinginan dan gerakan tubuh terpisah. Penonton menambah lelucon tentang kartu koleksi, kesalahan barista, dan daftar belanja ibu. Orang yang cuma ingin kopi justru tidak sempat membelinya.

Referensi (2)

Diamati 28 Oktober 2026. Video dan komentar asli tidak dapat diakses langsung. Reaksi penonton dirangkum dari Trari; dialog adalah karya humor orisinal.

Bagikan artikel ini

Jika artikel ini bermanfaat, Anda bisa mendukung situs ini. Dukung

Iklan
Iklan
Iklan

Satu lagi? Ada yang seru?

Mumpung sudah selesai membaca: beberapa cerita yang mirip dan beberapa yang beda sama sekali tapi seru.

  1. Mengapa Erwin Mengorbankan Prajurit Baru?Harga Mahal Saat Zeke Lolos di Attack on Titan
  2. Apakah Terlambat Mencari Teman di Usia 30-an?Tidak, tetapi Pertemuan Alami Menjadi Lebih Jarang
  3. Saya Tidur 18 Jam dalam SehariTidur Pemulihan atau Tanda yang Perlu Diwaspadai?
  4. Smash Ultimatekenapa menyerang duluan kalah melawan Kazuya dan K. Rool?

Baca ini hari ini

Masing-masing menjawab pertanyaan yang biasanya muncul setelah membaca artikel ini.

Lihat semua artikel

Cari artikel lain

Semua artikel

Mendoi-chan

Pengelola situs

Mendoi-chan

Mengubah kerepotan di tempat kerja dan kehidupan sehari-hari menjadi struktur yang jelas dan langkah berikutnya.