Intinya: Demonstrasi Prancis pada 17 Oktober, rekaman kekerasan yang viral, dan komentar yang menggeneralisasi orang lain menciptakan pertengkaran lintas bahasa. Beberapa akun tidak mewakili sikap seluruh warga Prancis terhadap Jepang.
Bagaimana semuanya dimulai?
Pada 20 Oktober, sebuah unggahan Jepang bertanya mengapa warga Prancis terlihat tiba-tiba tidak menyukai orang Jepang.[6] Sejumlah akun Jepang menyalahkan semua imigran atas kekerasan, sedangkan beberapa pengguna berbahasa Prancis membalas dengan tuduhan terhadap orang Jepang secara umum.
Di internet ada pekerjaan ajaib: juru bicara jutaan warga tanpa pernah dipilih. Tidak digaji, tetapi perdebatan internasionalnya penuh waktu.
Apa yang terjadi di Prancis?
Aksi pada 17 Oktober memprotes biaya hidup serta persoalan pendidikan dan layanan publik. Pemerintah menghitung sekitar 550.000 peserta, penyelenggara menyebut sekitar 800.000. Kebanyakan berunjuk rasa damai, namun beberapa tempat mengalami penjarahan, pembakaran, dan bentrokan dengan polisi.[1] Orang yang meminta sekolah lebih baik belum tentu orang yang merusak toko.
Mengapa X tampak seperti pertarungan dua negara?
Le Monde melaporkan sebuah video bentrokan mencapai lebih dari 45 juta penayangan di X dalam kurang dari sehari.[2] Potongan video yang mengejutkan lebih cepat menyeberangi bahasa daripada penjelasan masalah sosial. Komentar Jepang dibaca penutur bahasa Prancis, lalu balasannya kembali ke Jepang.
Bahasa Prancis digunakan di banyak negara. Warga Prancis bisa beragama Islam atau memiliki keturunan Afrika. Menganggap pengkritik “bukan benar-benar orang Prancis” berdasarkan asalnya hanya menambah prasangka. Unggahan viral juga bukan survei nasional.
Mengapa ada bendera One Piece?
Bendera Bajak Laut Topi Jerami terlihat dalam demonstrasi. Seorang peserta menyebutnya simbol kebebasan.[4] Itu tidak membuktikan semua pengibar bendera memiliki pandangan yang sama ataupun menjadi penyebab pertengkaran. Luffy ingin menjadi Raja Bajak Laut, bukan menteri luar negeri perang komentar.
Apakah Prancis berubah menjadi anti-Jepang?
Yang teramati adalah konflik antar-akun, bukan perubahan pendapat satu negara yang terukur. Pada 19 Oktober, pemerintah Prancis dan Jepang tetap berdiskusi tentang keamanan siber di Tokyo.[5] Mendukung aksi damai, mengecam kekerasan, dan menolak stereotip dari kedua pihak bukanlah hal yang bertentangan. Pembaca bisa mampir ke Mendoi-chan versi Prancis untuk sudut pandang lain. Tidak perlu mengajak satu negara bertengkar demi membantah satu komentar.
Referensi (6)
[1] Le Monde (18 Oct 2026), protests and violence: https://www.lemonde.fr/en/france/article/2026/10/18/october-17-french-protests-crowds-marched-through-the-streets-before-violence-looting-and-chaos-broke-out_6758725_7.html
[2] Le Monde (19 Oct 2026), viral videos: https://www.lemonde.fr/politique/article/2026/10/19/mobilisation-du-17-octobre-sur-les-reseaux-sociaux-des-images-de-violences-particulierement-virales_6797548_823448.html
[3] 20 Minutes (20 Oct 2026), social-media narratives and uncertain foreign interference: https://www.20minutes.fr/high-tech/by-the-web/4255678-20261020-violences-17-octobre-ingerences-etrangeres-reseaux-sociaux-notamment-x-dur-dire
[4] Le Parisien (17 Oct 2026), One Piece flag at demonstrations: https://www.leparisien.fr/politique/cest-un-symbole-de-liberte-le-drapeau-one-piece-etendard-des-contestations-17-10-2026-YTOOO2A7EJC25MTV6VQD56NGEM.php
[5] Japan Ministry of Foreign Affairs (20 Oct 2026), Japan-France cybersecurity consultations: https://www.mofa.go.jp/press/release/press5e_000083.html
[6] Public X post (20 Oct 2026), example of Japanese online reactions, not a public opinion poll: https://x.com/mama20142017/status/2112402177402737069
