Apakah "Raja Iblis yang Dikalahkan Pahlawan" Seru? Tulang, Otot, dan Slime Kelewat Kuat

Kalau lihat judulnya saja, "Raja Iblis yang Dikalahkan Pahlawan Memutuskan Membuat Guild Monster untuk Bangkit Lagi" terdengar seperti komedi bangkit kembali…

Cara memakai fitur membaca

Dengarkan membacakan artikel. Baca cepat menampilkan frasa berurutan dengan kecepatan pilihan Anda. Latihan bahasa membandingkan terjemahan yang tersedia. Simpan menambahkan penanda di browser ini; buka kembali dari daftar tersimpan di pemutar.

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Iklan
Iklan

Mengandung spoiler. Membahas alur dari awal sampai pertengahan, karakter, dan dunia ceritanya.

1. Kukira komik tentang "membangun guild monster", ternyata malah dihantam tulang, otot, dan perang dunia

Kalau lihat judulnya saja, "Raja Iblis yang Dikalahkan Pahlawan Memutuskan Membuat Guild Monster untuk Bangkit Lagi" terdengar seperti komedi bangkit kembali: raja iblis yang terpuruk mengumpulkan teman dan membangun ulang organisasinya. Penerbit Jepang Shinchosha pun memang memperkenalkan volume 1 sebagai komedi jatuh bangun.

Tapi begitu dibaca terus, raja iblis yang tampangnya mirip kerangka, slime yang kuatnya tidak masuk akal, orc yang sopan seperti pria terhormat, ratu lamia, Enam Suci, sang pahlawan, sosok sekelas "Raja Suci", baju zirah yang entah apa, dendam masa lalu, perang antarras, sampai rahasia dunia datang bertubi-tubi. Di volume 8 ceritanya sudah jadi perjalanan menambah rekan demi "menaklukkan dunia", dan di volume 13 kekuatan penuh manusia dan monster berkumpul menuju pertempuran terakhir.

Jadi judulnya soal mendirikan guild, tapi pengalaman membacanya kira-kira begini:

Mau bikin guild → sebelum itu ketemu orang kuat → bertarung → kisah masa lalunya dimulai → lore dunia bertambah → orang kuat berikutnya muncul.

Pendaftaran guild terus nongkrong di dasar daftar tugas selamanya.

2. "Aku Raja Iblis" dianggap "cita-cita" dan bukan "pengalaman kerja", itu kuat banget

Salah satu lelucon awal yang paling ampuh adalah ketika sang raja iblis menyatakan fakta dengan wajah serius ("Aku Raja Iblis"), tapi orang-orang di sekitarnya menanggapinya dengan nada "wah, cita-citanya hebat ya".

Kalau di dunia nyata, ini seperti bapak-bapak yang kelihatannya pengangguran bilang "dulu saya menguasai daerah ini", lalu orang-orang menjawab "iya iya, mimpi yang tinggi ya". Bedanya, bapak ini dulu benar-benar menguasainya.

Di situlah inti lucunya.

  • Pandangan dirinya sendiri: raja iblis yang pernah menguasai dunia
  • Pandangan orang sekitar: bapak aneh yang bercita-cita jadi raja iblis
  • Pandangan pembaca: bukan, riwayatnya itu beneran lho

Apalagi deskripsi resminya juga bilang bahwa dia kalah dari sang pahlawan, kehilangan segalanya, dan terpuruk sampai "tak tersisa bayangan masa lalunya".

Makanya "Aku Raja Iblis" terdengar bukan seperti wibawa, tapi seperti wawancara kerja untuk karier baru. Lebih parah daripada ditolak mentah-mentah. Pembuktian jati dirinya diubah jadi konsultasi arah karier.

3. Di dalam sang raja iblis, "bos terakhir" dan "bapak-bapak forum internet" tinggal serumah

Rentang kepribadian tokoh utama ini aneh.

Begitu bicara soal kekuatan, dia berubah jadi makhluk purba yang hanya punya satu ukuran: "kuat nggak, bisa bertarung nggak, aku mau kekuatan lebih". Tapi begitu topiknya perempuan atau elf gelap, tiba-tiba muncul bapak-bapak receh yang kayaknya sering nongkrong di forum internet.

Ini bukan raja iblis berwibawa yang dirusak lelucon.

Wibawanya asli. Gila bertarungnya asli. Sisi bapak-bapak mesumnya juga asli. Semuanya tinggal bersama di angka 100%.

Soal tokoh utama kerangka, orang pasti teringat Brook dari "ONE PIECE", tapi Brook sengaja jadi badut. Sedangkan raja iblis ini hampir selalu serius, dan hanya dengan selisih pandangan antara dirinya dan dunia, dia otomatis jadi bahan tertawaan.

"Aku Raja Iblis."

"Enak ya punya mimpi."

Cuma dia sendiri yang tidak melucu. Makanya kuat.

4. Ini isekai, tapi yang menguasai layar adalah tulang dan om-om berotot, bukan cewek cantik

Tampilan karya ini cukup terbelah selera. Ada kepadatan yang kasar seperti "Attack on Titan" di awal, monster ala dark fantasy, dan tulang, baju zirah, serta otot dalam jumlah banyak.

Di isekai biasa, protagonis tampan, heroine cantik, dan ilustrasi yang rapi biasanya jadi pintu masuk. Tapi karya ini lama sekali ditopang oleh kerangka berotot, om-om berotot, monster raksasa, lalu om-om berotot yang lain lagi.

Di ulasan pembaca juga ada yang memuji serunya melihat dunia dari sudut pandang monster, serta karakter slime dan orc yang bagus.

Wawancara dengan penulisnya, Tōrō, tentang karya lain memperkuat kesan ini. Beliau menjelaskan bahwa ide awal proyek itu semacam "naga otaku yang ngefans sama pahlawan", dan yang dibidik adalah kontras antara cerita megah dan obrolan sehari-hari yang remeh.

Artinya, kesannya adalah "selera anak SMP yang menggambar naga terkuat dan cowok berotot di buku catatan sambil cekikikan itu tiba-tiba mendapat teknik komik profesional", dan itu cukup dekat dengan inti karya ini.

5. Slime-nya terlalu kuat sampai premis "melemah sampai kalah dari slime" pun jadi meragukan

Di awal, untuk menunjukkan betapa terpuruknya sang raja iblis, bagian lucunya adalah dia kesulitan bahkan melawan slime.

Tapi makin dibaca, slime ini ternyata memang kuat.

Dan sifatnya santai. Dia tidak tunduk pada gelar raja iblis; sejak sang raja iblis masih lemah, dia sudah memperlakukannya hampir seperti "partner" atau "sohib". Belakangan, saat sang raja iblis mendapat banyak kekuatan sihir dan mendekati wujud aslinya, dalam adegan yang membuktikan bahwa "dia memang raja iblis", jarak rasa si slime hampir tidak berubah. Ini bagus banget.

Waktu masih jadi kerangka lemah: partnerku.

Setelah kembali ke wujud raja iblis: partnerku yang jadi lebih kuat.

Meski gelarnya naik, dia tetap tidak pindah dari folder "teman".

Akibatnya, kesan pertama "raja iblis kalah dari slime = yang terlemah sepanjang sejarah" ikut runtuh. Muncul kecurigaan bahwa dia cuma beruntung dapat slime kuat di gacha pertama.

6. Orc yang gentleman dan perempuan "bermuka hiu": tidak ada filter otomatis cewek cantik

Orc-nya anehnya sopan, punya kecerdasan dan keterampilan sosial. Ini saja sudah pembalikan template isekai yang seru.

Yang lebih unik adalah wajah karakter perempuannya. Saat membaca, sesekali mereka tampak "seperti hiu", atau seperti Kazama dari "Crayon Shin-chan" (anime Jepang tentang anak TK, dengan teman sekelas yang sok rapi) yang jadi perempuan dewasa.

Tentu ini kesan subjektif. Tapi intinya, tanda-tanda yang biasanya otomatis menempel pada karakter perempuan di komik isekai pada umumnya ("mata besar, dagu ramping, berkilau-kilau, simbol 'aku cantik'") di sini lemah.

Sebaliknya, om-om orc, naga, tulang, baju zirah, dan monster diberi informasi visual yang luar biasa banyak.

Jatah kasih sayang penulisnya tampak lebih condong ke taring dan otot trapezius daripada bulu mata.

Karena itu, kadang aku teringat komik fantasi kacau seperti "Chi Fuyo", yang jarak antara serius dan wajah konyolnya dekat sekali.

7. Kukira hiu, ternyata lamia; kukira lamia, ternyata punya adik; lalu seketika penyiksaan dan perang

Ciri terbesar karya ini adalah jarak yang luar biasa pendek antara kisah hidup karakter baru dimulai sampai klimaks tiba.

Di volume 2, rombongan sang raja iblis menuju ratu lamia. Saat itu operasi pembasmian monster sudah dimulai. Di volume 3, sang ratu melihat adiknya yang berubah total dan kehilangan akal, sementara sang raja iblis tinggal agar sang ratu dan slime bisa kabur, lalu bentrok dengan Vargoski, salah satu dari Enam Suci.

Perasaan pembaca kira-kira begini:

"Karakter cewek baru."

"Oh, lamia."

"Dia punya adik?"

"Lho, udah ada penyiksaan?"

"Lho, udah perang?"

Namanya saja belum selesai kumuat ke RAM, tapi peristiwa terpenting dalam hidupnya sudah dimulai.

Jadi bukan alurnya cepat, tapi tidak ada layar loading setelah sebuah peristiwa selesai.

8. "Kapan bikin guild-nya?" Acara tukar kartu nama para jagoan tidak ada habisnya

Ini juga dikatakan para pembaca. Di ulasan tahun 2026, ada keluhan bahwa obrolan saat pertarungan terlalu panjang dan temponya lambat, disertai celetukan "Jadi kapan guild-nya dibuat?".

Hampir setiap karakter baru datang dengan paket lengkap yang sama:

Salam kenal → jelaskan gelar → jelaskan prinsip hidup → jelaskan kemampuan → masa lalu → bertarung → orang yang lebih kuat datang.

Ada juga adegan ketika "harga saham" kekuatan naik turun liar: sosok sekelas Raja Suci menahan dua serangan mendadak berturut-turut sampai kamu mikir "wah kuat", lalu tak lama kemudian dihajar habis oleh ancaman yang lebih besar.

Di komik ini, anggapan "baru muncul berarti cuma umpan" hampir tidak berlaku. Slime, orc, lamia, Enam Suci, baju zirah baru, semuanya tiba-tiba punya bobot sebagai bagian cerita utama.

Hasilnya, ini jadi bukan lagi komik tentang mendirikan guild monster, melainkan acara tukar kartu nama dengan semua om-om kuat sedunia.

9. Teks Jepang dan ekspresi lebay-nya lebih banyak daripada Dark Souls: bingung karena kebanyakan informasi, bukan kekurangan

Kalau lihat gambarnya saja, muncul baju zirah yang kayaknya ada di "DARK SOULS", lalu mulai membahas hal berat seperti "apa itu pahlawan" dan "apa itu dunia".

Di karya bergaya Dark Souls, banyak hal tidak dimengerti karena penjelasannya sedikit. Komik ini kebalikannya.

Zirah 100, otot 100, ekspresi lebay 100, dialog panjang 100, lore dunia 100, karakter baru 100. Semua volumenya mentok.

Di setiap panel, pembaca memproses sekaligus:

  • Siapa yang bicara?
  • Orang ini pernah muncul sebelumnya nggak?
  • Dari kubu mana?
  • Sekarang siapa yang lebih kuat?
  • Ini petunjuk lore dunia, bukan?
  • Kenapa dia pasang muka begitu?

Ada ulasan pedas tapi anehnya tepat sasaran, seperti "rasanya penulis menggambar sambil ngobrol dengan otaknya sendiri" dan "kesannya seperti anak yang jago gambar komik waktu SD, tapi cuma tekniknya yang naik level".

Di sisi lain, ulasan lain memuji gambar yang detail, panasnya cerita, dan alur yang filosofis.

Artinya, kekurangan dan daya tariknya keluar dari tempat yang sama.

10. Dari cinta pada naga, nyambung sampai budaya internet yang aneh

Ide "naga otaku" dari wawancara penulis tentang karya lain mirip sekali dengan rasa komik ini: yang terkuat, monster, dunia megah, tapi obrolannya tiba-tiba receh.

Dari situ, kalau obrolan melompat ke "naga kayaknya suka mobil", ternyata internet sudah melangkah jauh lebih jauh. Di dunia berbahasa Inggris, sejak tahun 2000-an ada budaya meme sekaligus fetish yang sangat niche yang memasangkan naga dan mobil secara seksual.

Ini tidak ada hubungannya dengan karya ini, hanya sejarah internet, tapi sebagai alur obrolan terasa anehnya lengkap.

Naga: "Aku suka mobil." Internet: "Seberapa suka?" Naga: "Jangan sampai ke situ."

Buka folder "Naga! Mobil! Kuat!" milik anak SMP cowok, dan ternyata ada jalan lurus sampai pojok terdalam internet.

11. Reputasinya kuat di "kekurangannya kelihatan tapi tetap suka", dan di situlah cara komik ini menang

Per September 2026, e-book resmi Shinchosha sudah sampai volume 13, dan volume 13 dirilis pada 9 Mei 2026. Isinya juga makin ngebut menuju pertempuran terakhir.

Di Cmoa (toko e-book Jepang), seri ini menampilkan rata-rata 3,8 dari 27 ulasan, dan ada suara yang memuji sudut pandang dunia dari sisi monster, raja iblis dan slime, orc yang pintar, serta lelucon-lelucon kecilnya. Di sisi lain, keluhan seperti dialog pertarungan yang panjang, gambar sulit dibaca, dan "kapan guild-nya dibuat" juga jelas ada.

Di LINE Manga, volume 7 mendapat pujian tinggi seperti "filosofis" dan "detail serta semangatnya luar biasa", sementara volume 2 mendapat penilaian "seperti melihat percakapan di dalam kepala penulis".

Jadi reputasi komik ini bukan sekadar "gambarnya bagus" atau "ceritanya mudah dipahami".

Gambarnya pekat. Karakternya terus bertambah. Ekspresi lebay-nya kuat. Cerita tiba-tiba jadi berat. Guild-nya tak kunjung dibuat. Tapi seru.

Bagian yang biasanya dipangkas sebagai kekurangan justru jadi ciri khas karya ini.

Kalau cewek cantiknya ditambah, protagonisnya dibuat tampan, dialognya dipotong separuh, dan tokohnya dirapikan, mungkin jadi lebih mudah dibaca.

Tapi kalau semua itu dilakukan, kemungkinan besar ini bukan komik ini lagi.

Kesan akhirku cuma satu.

"Raja Iblis yang Dikalahkan Pahlawan" bukan komik untuk memahami pengaturan dunianya, melainkan komik untuk menunggangi banjir bandang tulang, otot, ekspresi lebay, dialog panjang, dan karakter-karakter kuat.

Dan di tengah banjir bandang itu, hanya si slime yang terus memasang wajah "wah, partnerku hebat juga ya".

Baca ini hari ini

Masing-masing menjawab pertanyaan yang biasanya muncul setelah membaca artikel ini.

Lihat semua artikelLebih banyak tentang Manga

Bagikan artikel ini

Iklan

Satu lagi? Ada yang seru?

Mumpung sudah selesai membaca: beberapa cerita yang mirip dan beberapa yang beda sama sekali tapi seru.

  1. Topik serupaHisoka memang mesum, tapi kok jadi senior yang baik?Sosok pelatih di arc Greed Island
  2. Kenapa Chiikawa selalu makan?Makanan, rumput liar, monster, kerja, dan rating 10+
  3. Beda sama sekali, tapi seruKenapa kekuatan yang terlalu kuat merusak ceritadari penyembuhan terjadwal sampai sekarat otomatis
  4. Kenapa Papan Keterangan Tulisan Tangan di Akuarium Takeshima Selalu Dibaca?
  5. Jangan Suruh Aku Ngurus Stok Sebelum MainAggro Nightmare Set 9 dan "Pabrik Deck Miskin" karena Kurang Red Ether
  6. Pulang kerja, makan, lalu tidur berjam-jam?Mungkin bukan malas, tapi "defisit waktu pemulihan"

Cari artikel lain

Semua artikel

Mendoi-chan

Pengelola situs

Mendoi-chan

Mengubah kerepotan di tempat kerja dan kehidupan sehari-hari menjadi struktur yang jelas dan langkah berikutnya.