Deskripsi: Pada Love it! 26 Oktober 2026, pemeran Wada menekan tombol kursi sengatan untuk Rinrin. Inilah hubungan tokoh VIVANT, kisah terlambat 108 menit, dan hasil permainan irama.
Jawaban singkat: Adegan itu adalah lelucon di Love it! (ラヴィット!), acara varietas pagi TBS Jepang, bukan kelanjutan alur drama VIVANT. Yusuke Hirayama, pemeran Wada, menang bersama timnya dalam permainan irama. Ia lalu menekan tombol kursi hukuman milik tim kalah, termasuk Rinrin, aktor yang memerankan musuh Wada, Zhou Haoran.
Mengapa Wada ingin membalas dendam?
Dalam musim kedua VIVANT, Wada Mitsugu merupakan anggota Beppan, kelompok intelijen rahasia Jepang. Zhou Haoran berasal dari organisasi lawan, Xinxi. Dalam cerita, Wada tewas setelah disiksa Zhou. Hirayama memerankan Wada, Rinrin memerankan Zhou, dan Ryo Tamaki berperan sebagai Hirose dari pihak Beppan. Bagian ini mengandung spoiler tentang nasib tokoh.
Para aktor tidak benar-benar bermusuhan. Mereka membawa konflik serius dari drama mata-mata ke studio acara pagi yang suasananya santai.
Mengapa keterlambatan pekan sebelumnya penting?
Pada 19 Oktober, Rinrin bangun kesiangan dan terjebak macet. Ia baru tiba sekitar pukul 09.48, padahal acara dimulai pukul 08.00. Waktu tampilnya tinggal sekitar tujuh menit. Ia meminta maaf sambil membungkuk hingga ke lantai dan mendapat hukuman kursi sengatan.
Saat kembali pada 26 Oktober, ia menginap di hotel tepat di seberang stasiun televisi. Tim acara memperlihatkan foto dirinya keluar pada pukul 06.27, seolah-olah Beppan telah mengintainya. Pembawa acara Akira Kawashima menggoda: ini kunjungan kedua, tetapi pertama kalinya Rinrin hadir sejak pembukaan. Datang tepat waktu berubah menjadi kejutan besar.
Mengapa konfrontasi mereka lucu?
Hirayama mengatakan ia menangis ketika menonton nasib Wada dalam drama. Rinrin, tetap berlagak sebagai Zhou, menyahut bahwa ia justru menonton sambil tertawa. Hirayama dan Tamaki berdiri untuk memperagakan pertentangan itu. Lalu Hirayama mengeluh: betapa memalukan jika Wada yang tangguh ternyata dikalahkan oleh sosok yang minggu sebelumnya sibuk meminta maaf karena terlambat.
Dua dunia bertabrakan. Zhou yang kejam di layar berubah menjadi aktor yang malu di studio, sementara Wada yang tewas dalam cerita bisa kembali melawan lewat permainan.
Bagaimana hasil permainannya?
Sekitar pukul 09.20, tim Beppan dan Xinxi bertanding menjawab pertanyaan sesuai irama. Pemain yang salah tersingkir. Rinrin bertahan paling akhir dari pihak Xinxi, tetapi akhirnya gagal mengikuti irama. Beppan menang. Hirayama menekan tombol kursi sengatan untuk tim yang kalah, dan penyiar Ayumu Akaogi mengomentarinya seperti penuntasan dendam besar. Hirayama menutup acara dengan mengatakan bahwa ia merasa lega.
Kesimpulan
Pekan pertama, pertanyaannya apakah tamu akan tiba sebelum acara selesai. Pekan kedua, apakah ia mampu mengikuti ketukan. “Balas dendam” itu hanya terjadi dalam permainan TV, bukan berarti Wada hidup kembali. Mata-mata tangguh tumbang karena kehilangan irama.
Catatan pemeriksaan: Berdasarkan halaman resmi TVer dan laporan media Jepang yang diperiksa pada 28 Oktober 2026. Video lengkap tidak ditonton langsung; tidak ada klaim bahwa kejadian ini viral di seluruh dunia.


