Kotak-kotak kaca kecil yang tertanam di trotoar London bukan sekadar hiasan. Kreator sejarah Anya Hooper melalui akun Anya Through Time menjelaskan bahwa benda itu disebut pavement lights, yaitu kaca di permukaan jalan yang menerangi ruangan di bawah tanah. Know Your Meme membahas videonya pada 22 Oktober 2026.
Trotoar punya pekerjaan sampingan
Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, ruang bawah toko, gudang, dan tempat kerja membutuhkan cahaya. Sebelum lampu listrik umum digunakan, kaca kuat dipasang di trotoar agar sinar matahari masuk ke bawah. Beberapa desain memakai bentuk prisma untuk mengarahkan cahaya lebih jauh ke dalam ruangan. Bagi pejalan kaki, kaca itu tampak seperti ubin aneh. Bagi orang di bawah, itu adalah jendela di langit-langit.
Mengapa ada kaca ungu?
Hooper juga menjelaskan perubahan warna kaca lama. Senyawa mangan kadang ditambahkan untuk mengurangi warna kehijauan akibat pengotor. Paparan sinar matahari selama bertahun-tahun dapat membuat jenis kaca tertentu berubah menjadi ungu. Namun warna ungu saja tidak menentukan tahun pembuatan secara tepat. Komposisi dan kondisi paparan juga berpengaruh. Rupanya trotoar pun punya riwayat berjemur yang panjang.
Respons warganet
Menurut Know Your Meme, sejumlah penonton mengaku sudah lama penasaran dengan fungsi kotak kaca tersebut. Ada pula yang menambahkan informasi tentang instalasi serupa di kota lain. Itu ringkasan dari media tersebut, bukan kutipan komentar yang diperoleh langsung.
Bagian paling lucu justru ada dalam keterangan unggahan Hooper sendiri: meskipun mengetahui sejarahnya, ia mengaku selalu takut jatuh menembus kaca. Pengetahuan sejarah sudah cukup, tetapi kaki masih ingin meminta jaminan keselamatan.
Lelucon orisinal, bukan komentar asli
Rapat perancang kota khayalan: “Ruang bawah tanah butuh jendela.” “Di atasnya ada trotoar.” “Bagus, jadikan trotoarnya jendela.” “Lalu pejalan kaki?” “Mereka bisa menguji kekuatannya gratis setiap hari.”
Lelucon lain: “Mengapa kacanya ungu?” “Terlalu lama kena matahari.” “Berarti trotoar juga punya riwayat berjemur.” Kedua dialog itu merupakan humor ciptaan, bukan ucapan warganet.
Kesimpulan
Kotak kaca yang sering terlewat itu ternyata cara kota lama menerangi ruang bawah tanah. Saat melihatnya lagi, ingat bahwa Anda mungkin sedang berjalan di atas jendela di langit-langit orang lain.





